• Selasa, 7 Desember 2021

Pengangkatan Megawati Sebagai Dewan Pengarah BRIN, Basarah: Tak Perlu Pro dan Kontra

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 12:57 WIB
Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah.  (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)
Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

JAKARTA, harianmerapi.com - Keputusan Presiden Joko Widodo mengangkat dan melantik Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) masih menimbulkan pro kontra di masyarakat.


Padahal, seharusnya, pro kontra itu tidak perlu terjadi. Hal ini disampaikan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/10/2021).

"Untuk bisa memahami pengangkatan Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, harus melihat kembali konstruksi hukum UU No. 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sinasiptek) dan Peraturan Presiden (Perpres) 78 tahun 2021 tentang BRIN," kata Basarah.

Baca Juga: Anggota DPR Ingin Percepatan Penyelesaian Sengketa Pemilu, Butuh Kesepakatan KPU, Bawaslu, MA dan MK

Dia menjelaskan, dalam UU Sinasiptek, Pancasila merupakan rambu filosofis dan normatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset dan teknologi.

Hal itu menurut dia ditegaskan dalam Pasal 5 huruf a UU Sinasiptek, yang mengatur bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi berperan menjadi landasan dalam perencanaan pembangunan nasional di segala bidang kehidupan yang berpedoman pada nilai-nilai ideologi Pancasila.

Menurut dia, kebebasan akademik dalam pelaksanaan riset dan inovasi tidak berada dalam ruang hampa, namun perlu dimaknai sebagai pelaksanaan dari nilai-nilai Pancasila dalam fungsinya sebagai sumber ilmu pengetahuan.

Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Masa Pandemi Covid-19, Pemerintah Izinkan Semua Negara Masuk Indonesia

Upaya ini penting dilakukan untuk mencegah riset-riset yang tidak selaras dan nilai-nilai Pancasila. Misalnya, riset-riset tentang hak asasi manusia yang mengembangkan tentang legalisasi pernikahan sejenis seperti diberlakukan beberapa negara barat, penguatan kebebasan manusia untuk tidak bertuhan.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X