BMKG: Tidak Benar Isu yang Berkembang Adanya Siklus Gempa 100 Tahunan di Selatan Jawa

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 07:25 WIB
Seismograf gempa bumi.  (ANTARA/Shutterstock)
Seismograf gempa bumi. (ANTARA/Shutterstock)

JAKARTA, harianmerapi.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa isu yang berkembang adanya siklus gempa 100 tahunan di Selatan Jawa itu tidak benar.

Berdasarkan hasil kajian, gemp​​​​​a bumi menunjukkan periode ulang namun tidak bisa dipastikan kapan tepatnya akan terjadi. Demikian ditegaskan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang Ma'muri.

"Memang ada kajian tentang periode ulang bisa 100 tahunan, bisa 200 tahunan atau lebih. Tapi itu belum pernah ada yang tepat," katanya saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga: Kalah dari Thailand, Tim Uber Indonesia Gagal ke Semifinal

Pernyataan tersebut mengklarifikasi pemberitaan Antara sebelumnya terkait potensi gempa besar magnitudo 8,7 yang bisa berdampak tsunami di wilayah pesisir selatan Jawa. Menurut catatan sejarah, pada 1818 pernah terjadi tsunami di selatan Jawa Timur.

Jadi isu yang berkembang adanya siklus gempa 100 tahunan di selatan Jawa itu tidak benar dan BMKG tidak pernah memberikan pernyataan terkait hal tersebut.

Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Pusat Daryono menjelaskan, bahwa memang ada metode statistik untuk menghitung periode ulang gempa tetapi belum ada yang tepat menghasilkan informasi kapan gempa besar akan terjadi pada tahun berapa, bulan apa atau bahkan hingga tanggal berapa.

Baca Juga: Ghibah Adalah Perbuatan Keji, Ini Tips untuk Menghindarinya

"Perulangan gempa besar atau return period itu dalam keyakinan saya, pasti terjadi, karena peristiwa gempa besar adalah siklus. Tetapi masih sulit untuk memastikan kapan terjadinya perulangan gempa besar itu," kata Daryono.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dengan metode statistik, para ahli dapat melakukan perhitungan periode ulang gempa (return period) tersebut, tetapi kenyataannya hitungan yang dilakukan belum ada yang sukses dengan tepat mampu menjawab kapan terjadi perulangan gempa terjadi, karena tingkat error hasil perhitungan yang dilakukan selama ini besar.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Jokowi Hadiri GPDRR 2022 di Bali

Rabu, 25 Mei 2022 | 07:30 WIB

Pemerintah Akan Secepatnya Hapus PPKM

Minggu, 22 Mei 2022 | 15:40 WIB

Selamat Jalan Prof. Fahmi Idris

Minggu, 22 Mei 2022 | 14:50 WIB
X