• Rabu, 26 Januari 2022

Sukses Kembangkan Nanas Bagong, Begini Cara Bripka Tri Asih Rawat Tanamannya

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 18:00 WIB
Nanas bagong yang dikembangkan Tri Asih di Sanden.  (Foto: Arif Septoro Riza Marzuqi)
Nanas bagong yang dikembangkan Tri Asih di Sanden. (Foto: Arif Septoro Riza Marzuqi)

BANTUL, harianmerapi.com – Bripka Tri Asih adalah seorang Polwan yang bertugas di Polsek Sanden, Kabupaten Bantul. September lalu dia menjadi salah satu dari enam polwan se-indonesia yang mendapat penghargaan dari Kapolri.

Tri Asih mendapatkan pin emas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, setelah berhasil mengembangkan kebun nanas bagong.

“Iya, saya mendapat penghargaan sebagai Bhabinkamtibmas Kalurahan Murtigading dan bisa mengembangkan ketahanan pangan untuk membudidayakan nanas bagong,” sebutnya, Selasa (12/10/2021).

Baca Juga: Update Covid-19 DIY, 33 Kasus Positif, 81 Kasus Sembuh, 3 Kasus Meninggal

Nanas yang kini sudah dikembangkan bersama warga sekitar itu, dikatakan Tri Asih berawal dari satu buah nanas bagong yang dibelinya saat ke Lampung.

Setelah dimakan buahnya, mahkota nanas kemudian ditanam menggunakan pot di samping rumahnya. Ternyata nanas itu kini berkembang hingga berjumlah ribuan.

Nanas bagong adalah salah satu jenis nanas yang ukuran buahnya cukup besar. Bahkan 1 buah nanas matang beratnya bisa 4-5 kilogram.

Baca Juga: Polres Salatiga ‘Mageri Kutho’, Tanam 5.000 Pohon di Kali Blondo Celong

Nanas ini memiliki rasa manis sedikit asam. Mengandung banyak air dan serat. Untuk memakannya tidak perlu dikupas. Cukup dibelah dengan pisau tanpa mengupas dan menghilangkan mata buah nanas.

"Tidak ada duri, di daun durinya cuma diujung saja. Buahnya kalau dimakan juga tidak bikin lidah jadi gatal," sebutnya.

Tidak sulit menurut Tri Asih untuk membudidaya nanas bagong. Bahkan bisa dilakukan dengan skala rumah tangga memanfaatkan pekarangan rumah.

Baca Juga: Polres Temanggung Tangkap Tersangka Kasus Penggelapan Sepeda Motor

Dijelaskannya, untuk menanam nanas bagong cukup dengan bibitnya. Bibit nanas bagong adalah mahkota buah, atau bisa dengan tunas yang tumbuh dari pangkal tanaman.

Tanaman nanas akan mati setelah buahnya dipetik. Namun nanas akan meninggalkan tunas dan mahkotanya untuk tumbuh kembali.

Khusus nanas bagong, satu tanaman dari mulai ditanam hingga panen membutuhkan waktu sekitar 10 bulan.

Baca Juga: Bripka Tri Asih, Polwan di Bantul yang Mendapatkan Penghargaan Kapolri karena Nanas Bagong

Tri Asih mengatakan media tanam nanas adalah tanah humus atau tanah yang gembur. Syaratnya harus mendapatkan sinar matahari langsung.

Selain itu tanah sebagai media tanam sebisa mungkin selalu dalam kondisi lembab atau basah.

Soal pupuk, Ibu dua anak ini tidak pernah menggunakan pupuk yang aneh-aneh. Tanaman nanasnya hanya diberi pupuk kandang seperti kotoran kambing.

Baca Juga: Mayoritas Pelajar Melanggar Hukum Saat Bermedsos, Jaksa terbanyak : Pencemaran Nama Baik

"Boleh diberi pupuk kimia, tapi sedikit saja," terangnya.

Namun karena ukurannya yang besar, Tri Asih biasanya akan menancapkan batang pohon atau bambu di sekitar tanaman dan diikatkan dengan buah. Tujuannya adan buah tidak rubuh menahan berat buahnya.

Nanas bagong menurut Tri Asih memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bahkan saat ini harga setiap kilogramnya mencapai Rp 20.000. Untuk setiap buah bisa mencapai berat hingga 5 kilogram.

Baca Juga: Wisata Salatiga Digenjot, Pokdarwis Dilatih Kelola Desa Wisata

Salah satu pembeli nanas bagong, Andin Nurul Imani mengatakan harga nanas bagong masih wajar. Pasalnya ukuran buah yang besar dan manis sepadan dengan harganya.

Mahasiswa sebuah universitas di Jogja ini mengaku baru pertama merasakan nanas bagong tersebut. Awalnya dia kaget karena cara makan buah ini layaknya makan buah semangka.

"Jadi tidak dikupas, tinggal dibelah, diiris dan dimakan. Sama persis kita belah buah semangka," pungkasnya.*

Halaman:
1
2
3

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X