• Minggu, 23 Januari 2022

Bripka Tri Asih, Polwan di Bantul yang Mendapatkan Penghargaan Kapolri karena Nanas Bagong

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 17:43 WIB
Bripka Tri Asih memanen nanas bagong yang berhasil dibudidaya.  (Foto : Arif Septoro Riza Marzuqi)
Bripka Tri Asih memanen nanas bagong yang berhasil dibudidaya. (Foto : Arif Septoro Riza Marzuqi)

BANTUL, harianmerapi.com – Seorang Polwan yang bertugas di Polsek Sanden, Kabupaten Bantul menjadi salah satu dari enam yang mendapatkan penghargaan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dialah Bripka Tri Asih, SE yang mendapatkan pin emas Kapolri setelah berhasil mengembangkan kebun nanas bagong.

Kepada harianmerapi, Bripka Tri Asih mengakui bahwa penghargaan itu diberikan pada peringatan Hari Jadi Polwan ke-73 di Jakarta, 1 September 2021 yang lalu.

Baca Juga: Mayoritas Pelajar Melanggar Hukum Saat Bermedsos, Jaksa terbanyak : Pencemaran Nama Baik

“Iya, saya mendapat penghargaan sebagai Bhabinkamtibmas Kalurahan Murtigading dan bisa mengembangkan ketahanan pangan untuk membudidayakan nanas bagong,” sebutnya, Selasa (12/10/2021).

Masih dengan seragam polisi lengkap, Tri Asih menyempatkan untuk menengok nanas di kebunnya yang berada di Dusun Kurahan, Murtigading, Sanden, Bantul. Aktifitasnya ini selalu dilakukan di sela tugas.

Sawah yang berada di pinggir jalan kampung itu ditanami seribuan tanaman nanas yang sebagian sudah memasuki masa panen. Tri Asih memetik nanas berukuran besar yang menguning, pesanan beberapa pelanggannya.

Baca Juga: Wisata Salatiga Digenjot, Pokdarwis Dilatih Kelola Desa Wisata

Nanas bagong ini memiliki ciri ukurannya yang besar dengan berat mencapai 5 kilogram. Nanas ini sudah dikembangkan sejak 9 tahun yang lalu oleh ibu dua anak ini.

Awalnya, Tri Asih hanya membawa pulang sebuah nanas bagong dari Lampung. Kemudian ditanam menggunakan pot di samping rumahnya.

“Saya datang di hajatan saudara di Lampung, pulangnya mampir pasar beli nanas bagong. Mahkotanya saya tanam di pot,” ungkapnya.

Baca Juga: Musyawarah Tingkatkan Kualitas Prodi Teknik Mesin

Setelah 10 bulan, nanas yang ia tanam pun berbuah dan rasanya sama seperti nanas yang dibeli dulu. Mahkota demi mahkota buah nanas itu ditanam hingga kini mencapai ribuan.

“Karena di rumah sudah tidak cukup tempatnya, lalu saya tanam di sawah,” katanya.

Tidak sampai disitu, warga sekitar yang sempat merasakan manisnya buah nanas bagong, kemudian juga ikut menanam. Bahkan hampir semua warga di Pedukuhan Piring, Murtigading, memiliki pohon nanas bagong.

Baca Juga: Kejari Temanggung Gelar Program 'Jaksa Masuk Sekolah', Tingkatkan Kesadaran Hukum Pelajar

Nanas bagong adalah varietas yang masih jarang ditemui, khususnya di DIY. Karakter buahnya yang banyak mengandung air dan berserat menjadi daya tarik pembeli.

Buah Nanas yang dikembangkan Tri Asih dan warga sudah memiliki pelanggan tetap. Bahkan masih kewalahan melayani permintaan yang semakin banyak.

Tidak hanya di DIY, pesanan datang dari luar daerah termasuk Sumatra, Bali, Kalimantan, hingga Papua. Nanas ini dijual dengan harga Rp 20.000 per-kilogram.*

Halaman:
1
2

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X