• Senin, 24 Januari 2022

Festival Lima Gunung 2021 Digelar di Kawasan Gunung Andong, Kabupaten Magelang, Terapkan Prokes

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 15:50 WIB
Para seniman melakukan performa seni kolaborasi dalam Festival Lima Gunung XX/2021 putaran kelima di kawasan Gunung Andong Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jateng, Ahad (10/10/2021).  (ANTARA/Hari Atmoko)
Para seniman melakukan performa seni kolaborasi dalam Festival Lima Gunung XX/2021 putaran kelima di kawasan Gunung Andong Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jateng, Ahad (10/10/2021). (ANTARA/Hari Atmoko)

Kades Girirejo Slamet Riyadi mengatakan melalui Komunitas Lima Gunung dengan festivalnya, masyarakat desa bisa menjadi inspirasi bagi kehidupan bersama dalam berbagai situasi, termasuk pandemi.

Ia menyebut semangat berkesenian tetap hidup dalam masyarakat desa meskipun situasi pandemi COVID-19, karena nilai-nilai hidup berkesenian mewujudkan kehidupan warga yang guyup rukun, kebersamaan, dan gotong royong.

Baca Juga: Tips Menggunakan Wajan Agar Tidak Lengket dan Gosong Saat Menggoreng

"COVID-19 ini sungguh ada dan situasi tidak menentu, tetapi masyarakat desa tetap menghidupi gotong royong, kebersamaan, dan tarian-tarian dalam festival ini menjadi doa bersama. Desa menjadi makmur karena disediakan segalanya," katanya.

Budayawan Sutanto Mendut menyebut lahan hortikultura untuk penyelenggaraan Festival Lima Gunung sebagai "panggung rahmatan lil alamin".

"Karena pandemi, ide sederhananya pentas pakai mantra desa. Ini bagian disrupsi, banyak sektor kehidupan bingung, tetapi desa tetap rendah hati, sehingga terjadi festival di lahan sayuran, desa tetap bersyukur dalam situasi apapun, termasuk pandemi, karena beroleh rahmat lingkungan alam dan gunung untuk kehidupan," katanya.

Baca Juga: Puluhan Bus dan Mobil Wisatawan yang Akan ke Objek Wisata di Gunungkiul Tertahan di Pos TPR Tepus

Muhammad Nafi mengemukakan disrupsi bukan hanya ada dalam kaitan dengan perkembangan media di era digital saat ini, akan tetapi juga ada dalam kenyataan keseharian.

"Seperti dalam festival ini, dalam pertanian, ada fase pergantian tanam, lalu digunakan untuk kegiatan ini. Kebaruan terus-menerus di KLG menjadi contoh, ketika dari fase ke fase lain, bisa menjadi baik dan tidak baik, atau tidak jadi apa-apa, ya hanya berlalu saja," katanya.*

 

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X