• Selasa, 24 Mei 2022

Suap Penyidik KPK, Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial Dieksekusi ke Rutan Medan

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 15:28 WIB
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.  (ANTARA/HO-KPK)
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (ANTARA/HO-KPK)


JAKARTA, harianmerapi.com - Wali Kota Tanjungbalai nonaktif, Muhammad Syahrial dieksekusi oleh jaksa KPK ke Rumah Tahanan Kelas I Medan Sumatera Utara setelah putusan hakim Tipikor mempunyai kekuatan hukum tetap.


Syahrial akan menjalani hukuman pidana dua tahun penjara karena terlibat kasus suap terhadap mantan penyidik KPK.

"Jaksa eksekusi Leo Sukoto Manalu pada Rabu (6/10) telah melaksanakan putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan yang telah berkekuatan hukum tetap atas nama terpidana Muhammad Syahrial dengan cara memasukkannya ke Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan untuk menjalani pidana penjara 2 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis (7/10/2021).

Baca Juga: Ganjar Paling Unggul, Prabowo dan Ridwan Kamil Masuk Tiga Besar Bursa Capres 2024, Simak Survei indEX

Syahrial dinyatakan bersalah karena terbukti menyuap eks penyidik KPK Stepanus Robinson Pattuju sebesar Rp1,695 miliar agar tidak menaikkan kasus dugaan korupsi ke tingkat penyidikan.

"Dibebankan juga penjatuhan pidana denda sebesar Rp100 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan," ungkap Ali.

Dalam perkara ini M Syahrial selaku Wali Kota Tanjungbalai yang juga kader Partai Golkar terbukti berkunjung ke rumah dinas Wakil Ketua DPR RI yang juga merupakan petinggi Partai Golkar Muhammad Azis Syamsuddin di Jalan Denpasar Raya, Kuningan Jakarta Selatan untuk meminta dukungan M Azis Syamsuddin dalam mengikuti Pildaka Tanjungbalai 2021-2026.

Baca Juga: Mahfud MD Minta KY Awasi Hakim yang Tangani Sengketa Pertanahan

Syahrial lalu dikenalkan kepada Stepanus Robin Pattuju selaku penyidik KPK oleh Azis Syamsuddin. Stepanus Robin Pattuju diketahui sering datang ke rumah dinas Azis Syamsuddin.

Syahrial meminta Stepanus Robin supaya membantu tidak menaikkan proses penyelidikan perkara jual beli jabatan di pemkot Tanjungbalai yang melibatkan Syahrial ke tingkat penyidikan sehingga dapat mengikuti proses Pilkada Tanjungbalai.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Akan Secepatnya Hapus PPKM

Minggu, 22 Mei 2022 | 15:40 WIB

Selamat Jalan Prof. Fahmi Idris

Minggu, 22 Mei 2022 | 14:50 WIB

KPK Ajak Masyarakat Bantu Cari Harun Masiku

Jumat, 20 Mei 2022 | 23:00 WIB

Diberhentikan IDI, Terawan Bergabung ke PDSI

Jumat, 20 Mei 2022 | 18:30 WIB
X