• Sabtu, 13 Agustus 2022

Kemenkes Minta Pemerintah Kembali Naikkan Tarif Cukai Rokok di Indonesia. Ini Alasannya

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 19:39 WIB
Tangkapan layar Kepala Bidang Advokasi dan Kemitraan pada Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Sakri Sabatmaja dalam webinar Dukungan Kenaikan Cukai dan Harga Rokok yang diikuti di Jakarta, Rabu (6/10/2021). ( (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti))
Tangkapan layar Kepala Bidang Advokasi dan Kemitraan pada Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Sakri Sabatmaja dalam webinar Dukungan Kenaikan Cukai dan Harga Rokok yang diikuti di Jakarta, Rabu (6/10/2021). ( (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti))

JAKARTA, harianmerapi.com - Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) meminta pemerintah agar lebih menaikkan tarif cukai produk rokok di Indonesia untuk dapat meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mengurangi konsumsi rokok.

“Karena sudah ada indikasi pabrik sudah berbondong-bondong ke kretek tangan lagi, saran saya harus ayo hajar terus naikkan saja harga cukai (rokok),” kata Kepala Bidang Advokasi dan Kemitraan pada Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Sakri Sabatmaja dalam webinar Dukungan Kenaikan Cukai dan Harga Rokok yang diikuti di Jakarta, Rabu (6/10/2021).

Sakri menjelaskan bahwa telah terjadi pergerakan di mana pabrik rokok yang memproduksi rokok kretek tangan, semakin banyak karena cukai rokok yang ditetapkan pemerintah saat ini masih dapat dikatakan rendah.

Baca Juga: Kementerian Kelautan dan Perikanan Pulangkan 3 Nelayan yang Ditangkap Aparat Malaysia

Ia menyebutkan, jumlah masyarakat yang mengkonsumsi rokok di Tanah Air juga semakin meningkat meskipun sedang dalam masa pandemi Covid-19, karena adanya persaingan iklan rokok yang menawarkan harga rendah sehingga masyarakat tertarik untuk membeli.

Masifnya penjualan rokok yang murah dan penawaran barang baru melalui situs belanja online itu, menjadi penyebab selanjutnya masyarakat dapat dengan lebih mudah membeli rokok. Hal tersebut perlu mendapatkan perhatian karena banyak menarik minat konsumsi terutama pada anak-anak dan remaja.

Menurut Sakri, saat ini keadaan harga rokok memang sudah mengalami kenaikan dan produksi yang dilakukan oleh pabrik juga meningkat. Namun, kenaikan harga dan persaingan antar pabrik itu tidak memberikan pengaruh pada jumlah orang yang mengkonsumsi rokok.

“Kondisi saat ini bahwa harga rokok naik tinggi, produsen terus meningkat produksinya tapi demand konsumen tidak pernah turun sekalipun covid, tapi tetap naik. Saya juga heran kenapa ini jadi seperti ini. Kenaikan harga rokok ini perlu kita sikapi,” kata dia.

Baca Juga: Wanita yang Tidak Pernah Hamil dan Menyusui Berisiko Terkena Kanker Payudara. Begini Penjelasan Pakar

Sakri menuturkan, terdapat pula fenomena di mana ada masyarakat yang tidak memiliki uang, tetapi memilih untuk kelaparan dibandingkan tidak bisa mendapatkan rokok. Sehingga dia menyarankan agar pemerintah segera menaikkan tarif cukai rokok agar dapat menjauhkan bahaya mengkonsumsi rokok dari masyarakat.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X