• Rabu, 26 Januari 2022

Tekan Stunting, Kulon Progo Deteksi Faktor Risiko Calon Pengantin

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 18:49 WIB
Fajar Gegana saat menghadiri acara peluncuran Aplikasi Elsimil.  ((Foto : Amin Kuntari))
Fajar Gegana saat menghadiri acara peluncuran Aplikasi Elsimil. ((Foto : Amin Kuntari))

KULON PROGO, harianmerapi.com - Pemkab Kulon Progo terus berupaya menekan angka stunting. Salah satu upaya pencegahan stunting dilakukan Pemkab Kulon Progo melalui skrining untuk mendeteksi faktor risiko pada calon pengantin.

Wakil Bupati Kulon Progo, Fajar Gegana menyampaikan, upaya deteksi faktor resiko pada calon pengantin dilakukan melalui aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil). Kulon Progo merupakan satu dari 12 daerah di Indonesia yang ditunjuk BKKBN untuk meluncurkan aplikasi Elsimil.

"Penerapan Elsimil merupakan salah satu strategi pencegahan stunting dari hulu. Aplikasi ini menjadi upaya skrining edukasi kesehatan reproduksi dan gizi, serta pendampingan bagi calon pengantin," kata Fajar, Selasa (5/10/2021).

Baca Juga: Kebakaran Pabrik Triplek di Pajangan Bantul, 1 Pekerja Luka Bakar

Salah satu upaya yang dilakukan Pemkab dalam percepatan penurunan stunting adalah memastikan setiap calon pengantin dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil.

Upaya tersebut dilakukan dengan langkah skrining melalui aplikasi Elsimil yang ditindaklanjuti dengan pendampingan kesiapan menikah dan hamil pada calon pengantin.

"Kami menyampaikan terimakasih karena telah dipilih BKKBN untuk dilakukan uji coba aplikasi Elsimil," kata Fajar.

Baca Juga: Pemda DIY Pertanyakan Kenapa Masih PPKM Level 3

Menurutnya, keberhasilan pembangunan wilayah Kulon Progo sangat ditentukan oleh SDM berusia muda yang berkualitas dan berkarakter. Namun kendala utama dalam mewujudkan SDM yang handal adalah belum terpenuhinya kebutuhan asupan gizi keluarga dengan baik, sehingga masih terdapat kekurangan gizi kronis pada bayi atau yang disebut sebagai stunting.

Fajar menambahkan, perwujudan generasi yang berkualitas adalah kewajiban semua masyarakat. Generasi bangsa tidak hanya harus sehat, cerdas dan terampil, tetapi juga berkepribadian baik dan berkarakter.

"Kualitas SDM diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang indikator utamanya adalah tingkat kesehatan, pendidikan dan ekonomi," jelas Fajar.*



Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Festival Menoreh Ajang Pamer Produk Desa

Senin, 6 Desember 2021 | 07:15 WIB
X