• Rabu, 5 Oktober 2022

Polres Boyolali Bongkar Jaringan Pembuat dan Pengedar Uang Palsu, 9 Orang Ditahan

- Jumat, 24 September 2021 | 14:45 WIB
 Kepala Polres Boyolali AKBP Morry Ermond (tengah) didampingi Wakapolres Kompol Afrian Satya Permadi (kiri), saat menunjukkan barang bukti dalam gelar kasus uang palsu, di Mapolres Boyolali, Jumat (24/9/2021).  (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)
Kepala Polres Boyolali AKBP Morry Ermond (tengah) didampingi Wakapolres Kompol Afrian Satya Permadi (kiri), saat menunjukkan barang bukti dalam gelar kasus uang palsu, di Mapolres Boyolali, Jumat (24/9/2021). (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)


BOYOLALI, harianmerapi.com - Satuan Reskrim Polres Boyolali di Jawa Tengah berhasil membongkar jaringan pembuat dan pengedar uang palsu. Selain menahan 9 tersangka , polisi juga menyita barang bukti uang palsu Rp 496.030.000, di kawasan Desa/Kecamatan Mojosongo.

Sembilan pelaku jaringan kasus uang palsu tersebut berperan sebagai pembuat, menyediakan bahan baku, dan pengedar. Semuanya kini ditahan di Mapolres Boyolali untuk pemeriksaan lebih lanjut, kata Kepala Polres Boyolali AKBP Morry Ermond, saat gelar kasus, di Mapolres Boyolali, Jumat.

Kesembilan pelaku pembuat dan pengedar uang palsu di Boyolali tersebut, yakni Darsono (39), warga Dukuh Wates Desa/Kecamatan Mojosongo, Boyolali; Mohammad Fausi (41), warga Jalan Soekarno-Hatta, Ciseureuh, Pegol, Kota Bandung, Jabar; Christy Andrini alias Putri (37), warga Sidomulyo IV No.17 Kecamatan/Kecamatan Cepu, Blora; Aris Budiyono (46) warga Kampung Nitiprayan, Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul, DIY; Elis Dwi Hartutik alias Lisa (53), warga Kampung Margorejo, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Dukung BPN Berantas Mafia Tanah, Butuh Keseriusan

Selanjutnya, Harun Sastrawijaya (54) warga Kampung Darmorejo, Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya; Agus Bambang Wijanarko (46), warga Prayungan, Lengkong Nganjuk Jatim; Agus Suriyanto (49), warga Kampung Gubeng Kertajaya 6B, Kecamatan Gubeng, Surabaya, dan Dafiki Dzulfikar (34), warga Dusun Karang Asri, Desa Karangebang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jateng.

Polisi mengungkap kasus tersebut berawal informasi adanya pembuat dan peredaran uang palsu di wilayah Mojosongo, Boyolali. Polisi kemudian menindaklanjuti laporan itu dengan penyelidikan, setelah dipastikan kebenarannya langsung ke lokasi di sebuah rumah warga yang dicurigai di Desa/Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Polisi kemudian melakukan penggerebekan ke sebuah rumah di Dukuh Wates Desa/Kecamatan Mojosongo, Boyolali pada Minggu (12/9), sekitar pukul 04.00 WIB. Polisi dalam penggerebekan berhasil mengamankan tiga orang pelaku yang diduga berperan sebagai pembuat dan pengedar uang palsu, yakni Darsono, Muhammad Fausi, dan Christy Andrini alias Putri serta sejumlah barang bukti.

Baca Juga: Peneliti University of Science and Technology of China Sebut Covid-19 Menyebar di AS Sejak September

Polisi setelah itu, melakukan pengembangan, kemudian melakukan penangkapan empat orang pelaku lainnya yang berperan sebagai penyedia bahan baku kertas yang digunakan untuk membuat uang palsu, yakni Aris Budiyono, Elis Dwi Hartutik alias Lisa, Harun Sastrawijaya, dan Agus Bambang Wijanarko. Mereka ini ditahan di Mapolres Boyolali.

Selain itu, polisi juga menangkap dua orang pelaku lainnya yang diduga berperan sebagai pengedar uang palsu, yakni Agus Suriyanto dan Dafiki Dzulfikar. Keduanya kini juga ditahan di Mapolres Boyolali.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X