• Kamis, 9 Desember 2021

Komisi IV DPRD Sukoharjo Minta Vaksinasi di Grogol Dipercepat, Karena Capaian Masih Rendah

- Senin, 20 September 2021 | 15:03 WIB
Komisi IV DPRD Sukoharjo saat melakukan pertemuan di Puskesmas Grogol. ( (Wahyu Imam Ibadi))
Komisi IV DPRD Sukoharjo saat melakukan pertemuan di Puskesmas Grogol. ( (Wahyu Imam Ibadi))

SUKOHARJO, harianmerapi.com - Komisi IV DPRD Sukoharjo melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait masih rendahnya angka capaian realisasi pelaksanaan vaksinasi virus Corona di wilayah Kecamatan Grogol baru sekitar sembilan persen dengan mendatangi Puskesmas Grogol, Senin (20/9). Beberapa kendala dihadapi dan dicarikan solusi bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo. Harapannya target 70 persen vaksinasi virus Corona bisa terealisasi hingga akhir September.

Sekretaris Komisi IV DPRD Sukoharjo Sukardi Budi Martono mengatakan, capaian realisasi pelaksanaan vaksinasi virus Corona di wilayah Kecamatan Grogol sangat rendah dibanding kecamatan lain. Bahkan angka sekarang berada beberapa tingkat paling bawah dari 12 kecamatan.

"Komisi IV DPRD Sukoharjo melakukan kunjungan ke Puskesmas Grogol setelah melihat capaian realisasi vaksinasi virus Corona masih sangat rendah sekitar sembilan persen. Padahal target 70 persen masyarakat harus sudah tervaksin hingga akhir September harus segera terealisasi," ujarnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Pengusaha Mebel Ikut Jaga Keberlanjutan Hutan Guna Penyediaan Bahan Baku

Komisi IV DPRD Sukoharjo diterima Kepala Puskesmas Grogol Siti Nurjanah beserta jajaran. Pertemuan digelar di ruang aula lantai dua. Hadir juga Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Bejo Raharjo.

Sukardi Budi Martono menjelaskan, dalam pertemuan dengan Puskesmas Grogol dan DKK Sukoharjo diketahui penyebab capaian realisasi vaksinasi di Kecamatan Grogol rendah karena beberapa kendala. Masalah utama, yakni tingginya tingkat kepadatan atau banyaknya jumlah penduduk sebagai sasaran vaksinasi. Hal ini berdampak pada tingginya kebutuhan vaksin virus Corona yang harus disediakan untuk merealisasikan vaksinasi di wilayah Kecamatan Grogol.

Kendala berikutnya dihadapi berkaitan dengan terbatasnya vaksin virus Corona yang disediakan daerah. Tidak kalah penting yakni masalah terbatasnya jumlah tenaga kesehatan yang harus melayani masyarakat.

Baca Juga: Kontak Tembak TNI-Polri dengan KKB Kembali Terjadi di Kiwirok, KKB Serang Warga Sipil

Disamping itu, dalam sidak tersebut juga terungkap bahwa pelaksanaan vaksinasi virus Corona di wilayah Kecamatan Grogol juga diikuti warga dari daerah lain. Sebab syarat mengikuti vaksinasi virus Corona cukup menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hal ini berdampak pada berkurangnya kuota warga asli Grogol yang sudah tervaksin karena harus melayani dari daerah lain.

"Percepatan vaksinasi virus Corona sudah dilakukan pemerintah dari pusat, provinsi dan daerah khususnya Pemkab Sukoharjo. Kami harap di wilayah Kecamatan Grogol terus dipercepat," lanjutnya.

Komisi IV DPRD Sukoharjo meminta percepatan vaksinasi virus Corona di Kecamatan Grogol harus didukung penuh DKK Sukoharjo. Salah satunya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan vaksin virus Corona dan tenaga kesehatan.

Baca Juga: 5 Ketentuan Pemberian Afirmasi Nilai Tambahan Bagi Peserta Seleksi Guru PPPK, Ini Rinciannya

"Vaksin virus Corona yang dibutuhkan sangat banyak. Misal di Desa Cemani saja jumlah penduduk disana hanya satu desa saja sama dengan jumlah penduduk satu kecamatan di Kecamatan Bulu. Perlu tambahan vaksin banyak disana," lanjutnya.

Sukardi Budi Martono juga menyoroti berkaitan dengan tenaga kesehatan di Puskesmas Grogol. Sebab tenaga kesehatan di Puskemas Grogol harus bekerja ekstra melayani vaksinasi virus Corona di puskesmas dan sentra pelayanan vaksinasi massal dibeberapa tempat di wilayah Kecamatan Grogol. Para tenaga kesehatan tersebut juga harus melayani pelayanan kesehatan masyarakat umum lainnya di puskesmas.

"Dari DKK Sukoharjo sudah ada kesanggupan membantu tambahan vaksin virus Corona dan terkait pembagian tugas tenaga kesehatan Puskesmas Grogol. Tujuannya agar capaian vaksinasi terus naik," lanjutnya.

Baca Juga: Pencairan BSU 2021 Katanya Dipercepat, Tapi Banyak yang Protes Belum Ditransfer

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo Agus Sumantri mengatakan, capaian vaksinasi virus Corona di Kecamatan Grogol memang masih sangat rendah sekitar sembilan persen. Padahal target 70 persen harus sudah terealisasi hingga akhir September ini.

"Untuk mengejar angka 61 persen hingga akhir September agar target 70 persen tercapai memang sangat berat. Tadi dari DKK Sukoharjo sudah bersedia membantu tambahan vaksin virus Corona dan para tenaga kesehatan juga siap. Di Kecamatan Grogol ini yang jadi masalah utama karena tingginya jumlah penduduk. Seperti Desa Cemani saja sama dengan jumlah penduduk satu kecamatan yakni Kecamatan Bulu," ujarnya.

Tingginya jumlah penduduk dijelaskan Agus Sumantri harus diimbangi dengan ketersediaan kebutuhan vaksin virus Corona dari DKK Sukoharjo. Hal ini nantinya akan mempermudah percepatan pelaksanaan vaksinasi.

Baca Juga: Peserta Seleksi CASN Jangan Percaya Calo. Walikota Salatiga : Itu Menyesatkan

"Untuk kekurangan tenaga kesehatan bisa diambilkan bantuan dari rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lain di wilayah Kecamatan Grogol. Sedangkan tambahan tenaga lain dibutuhkan bisa dikoordinasikan dengan kecamatan dan kabupaten," lanjutnya.

Salah satu tenaga kesehatan Puskesmas Grogol dokter Dedi menjelaskan dihadapan Komisi IV DPRD Sukoharjo saat pertemuan bahwa pelaksanaan vaksinasi virus Corona dilakukan Puskesmas Grogol sesuai kebijakan pemerintah pusat dengan sasaran warga lanjut usia (lansia). Vaksinasi virus Corona kemudian menyasar lainnya.

"Permasalahan pelaksanaan vaksin di Kecamatan Grogol karena tingginya jumlah penduduk dibanding kecamatan lain, keterbatasan vaksin dan keterbatasan tenaga kesehatan. Khusus tenaga kesehatan Puskesmas Grogol bahkan harus diminta memberikan pelayanan vaksinasi di sentra vaksinasi seperti di sentra niaga dan lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Catat, Pengadaan ASN Tahun 2022 Hanya untuk PPPK, Simak Penjelasan Menpan RB

Puskesmas Grogol saat ini mencatat capaian realisasi vaksinasi virus Corona untuk dosis pertama sekitar 9,5 persen dan dosis kedua sekitar 6,7 persen.

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Bejo Raharjo mengatakan, kebutuhan vaksin virus Corona untuk pelaksanaan vaksinasi sekarang memang sangat banyak. DKK Sukoharjo siap memenuhi kebutuhan di puskesmas selama ketersediaan vaksin masih ada dan diberikan pemerintah.

"Untuk saat ini kiriman vaksin virus Corona dari pemerintah pusat sangat banyak ke daerah. DKK Sukoharjo siap menambah vaksin virus Corona ke Puskesmas Grogol untuk menaikan capaian realisasi vaksinasi virus Corona," ujarnya.

Baca Juga: Horor Tabrak Lari di Solo: Mobil Melaju Sangat Kencang Hantam 2 Motor dan Warung Angkringan, Dikejar Lolos

Bejo menjelaskan, pemerintah pusat sudah menetapkan kebijakan untuk wilayah aglomerasi di Solo Raya hingga akhir September harus sudah tercapai target 70 persen mendapat vaksin virus Corona. Capaian tersebut harus direalisasikan semua daerah di Solo Raya dan pemerintah juga sudah siap membantu tambahan kiriman vaksin.

"Tambahan vaksin sudah ada dan tinggal menambah kecepatan pelaksanaan vaksinasi saja. Mudah-mudahan tenaga kesehatan siap karena seperti diketahui mereka sudah bekerja keras membantu vaksinasi," lanjutnya.

Khusus untuk tenaga pelaksanaan vaksinasi virus Corona, Bejo menjelaskan untuk tenaga vaksinator dan skrening harus berasal dari tenaga kesehatan. Sedangkan kebutuhan tenaga lain bisa diambilkan dari tambahan tenaga dari instansi lainnya untuk membantu.*

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mapolres Sukoharjo Baru Segera Dibangun di Mandan

Rabu, 1 Desember 2021 | 20:05 WIB

Bazar Produk Tani, Petani Bangkit di Masa Pandemi

Rabu, 24 November 2021 | 18:20 WIB

Polsek Grogol Tangkap Perempuan Pelaku Curanmor

Selasa, 23 November 2021 | 20:00 WIB
X