• Kamis, 9 Desember 2021

Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Menerapkan Standar Tinggi, Agar Tidak Jadi Produk Gagal

- Minggu, 19 September 2021 | 19:24 WIB
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari.  ((ANTARA/HO-PraKerja))
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari. ((ANTARA/HO-PraKerja))

Deputi Ekonomi Kantor Staf Presiden 2015-2020 ini menyatakan bahwa Program Kartu Prakerja merupakan cara pemerintah melakukan intervensi ketika terjadi kegagalan pasar.

Baca Juga: Pimpinan MIT Ali Kalora Tewas Ditembak. Anggota Dewan Berikan Apresiasi Untuk TNI-Polri

“Saat ini terjadi ‘market failure’. Pasar pelatihan gagal menghasilkan kuantitas dan kualitas angkatan kerja secara optimal. Di sinilah Kartu Prakerja mendisrupsi pasar pelatihan kerja, dari yang semula top down menjadi on demand,” kata akademisi Universitas Gadjah Mada itu.

Denni Purbasari menyebut, selain pencari kerja dan karyawan terkena PHK, profil penerima Kartu Prakerja awalnya merupakan pekerja dengan gaji Rp1,3 juta per bulan atau pelaku usaha kecil dengan omzet Rp1,1 juta per bulan.

“Kami bersyukur, setelah mengikuti berbagai pelatihan di ekosistem Kartu Prakerja, mereka mampu meningkatkan keterampilan diri sehingga kesejahteraannya meningkat. Yang belum memiliki pekerjaan bisa diterima kerja, yang kerja kantoran statusnya naik, serta yang bergerak di bidang UMKM pun makin maju usahanya,” jelas dia.*

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X