• Selasa, 26 Oktober 2021

Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Menerapkan Standar Tinggi, Agar Tidak Jadi Produk Gagal

- Minggu, 19 September 2021 | 19:24 WIB
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari.  ((ANTARA/HO-PraKerja))
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari. ((ANTARA/HO-PraKerja))

JAKARTA, harianmerapi.com - Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, pembelajaran secara digital yang dilakukan Kartu Prakerja membantu menyelesaikan tantangan ketenagakerjaan di era digital.

Pembelajaran secara digital yang dilakukan Kartu Prakerja membantu menyelesaikan tantangan ketenagakerjaan kita, yakni kecilnya lowongan pekerjaan serta rendahnya skill angkatan kerja. Sejak awal kami bertekad menjadikan Kartu Prakerja sebagai sebuah produk, dan bukan sekadar program yang menyerap dana APBN,” kata Denni dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu (19/9/2021).

Doktor ekonomi lulusan University of Colorado at Boulder, Amerika Serikat ini menekankan, layaknya sebuah korporasi, Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja menerapkan standar tinggi agar produk ini tidak menjadi produk gagal.

Baca Juga: Nenek Berusia 77 Tahun Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni. Bupati Sleman : Ternyata Benar Laporan Itu

“Untuk itu, kami harus mendengarkan suara konsumen. Pendekatannya customer-centric, dengan memperhatikan berbagai masukan di media sosial, layanan pengaduan maupun platform-platform lain, demi terus memperbaiki diri bagi kebaikan penerima manfaat di masa mendatang,” urainya.

Denni menambahkan, salah satu ciri produk gagal yakni saat dirilis tidak banyak orang yang tahu. Program-program semacam itu menghasilkan setumpuk laporan serta berbagai kegiatan seremonial dan selebrasi, tapi ternyata tidak menghasilkan dampak untuk rakyat banyak.

“Sebaliknya, informasi Program Kartu Prakerja banyak dicari masyarakat di media. Tahun lalu, Kartu Prakerja menjadi berita nomor satu paling trending di Google, dengan pengikut Instagram mencapai 3,4 juta followers. Pada tahun ini, peningkatan penerima Kartu Prakerja di Papua melonjak lebih dari 350 persen,” papar ekonom yang pernah menjadi Asisten Staf Khusus Wakil Presiden Boediono.

Baca Juga: Pemerintah Tengah Menyempurnakan Sistem Peringatan Dini Tsunami. Begini Penjelasan Kepala BMKG

Dengan kelebihan teknologi digitalnya, Kartu Prakerja berhasil menjadi program inklusif yang mampu mengukur perkembangan proses pembelajaran para penerimanya.

Selain itu, inklusivitas program terlihat karena Kartu Prakerja terbukti mampu merangkul orang-orang di perdesaan, eks Pekerja Migran Indonesia, difabel, serta mereka yang tinggal di daerah tertinggal.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mau Terbang, Ini Aturan Terbaru dari Kemenhub

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:12 WIB
X