• Jumat, 22 Oktober 2021

Temanggung Siap Jadi Sentra Cabai, Produsen Keempat Terbanyak di Jateng

- Minggu, 19 September 2021 | 15:00 WIB
Suasana pelatihan pengolahan dan pemasaran cabai di Temanggung . (Foto : Zaini Arrosyid )
Suasana pelatihan pengolahan dan pemasaran cabai di Temanggung . (Foto : Zaini Arrosyid )

TEMANGGUNG, harianmerapi.com - Kabupaten Temanggung siap menjadi sentra pertanian cabai meski harga fluktuatif, sebab komoditas cabai tetap prospektif dan dapat untuk meningkatkan kesejahteraan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Joko Nuryanto, mengatakan lahan dan produksi cabai sejauh ini sudah baik dengan menjadi produsen terbanyak ke empat di Jawa Tengah. Tetapi untuk menjadi sentra itu diperlukan dukungan dan fasilitasi dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian dan DPR RI.

"Kami di Temanggung siap menjadi sentra cabai dan selama ini telah menjadi salah satu penghasil cabai terbesar ke empat di Jateng. Namun pihaknya perlu fasilitasi dari berbagai pihak untuk mewujudkanya," kata Joko Nuryanto, di sela pelatihan pengolahan dan pemasaran olahan cabai di Balai Desa Gilingsari, Kecamatan Temanggung, Minggu (19/9/2021).

Baca Juga: Rocky Gerung Kirim Pesan ke Jokowi di Tengah Ancaman Rumahnya Digusur

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian atas inisiasi Komisi IV DPR RI. Anggota Komisi IV Vita Ervina hadir secara virtual pada acara yang diikuti sekitar 60 petani cabai itu.

Dia mengatakan hamparan lahan cabai dan produksi di Temanggung tidak menjadi masalah. Luas lahan setidaknya 300 hektare dengan lahan cabai terluas antara lain di Kecamatan Bansari, Temanggung, Ngadirejo, Parakan dan Selopampang.

Dia mengatakan selama ini penjualan cabai masih buah segar dan sejauh ini tidak ada permasalahan, hanya saja ada fluktuasi harga. Maka itu perlu didorong dalam diversifikasi menjadi produk olahan. " Diversifikasi ini perlu didorong dan perlu pelatihan," kata dia.

Baca Juga: Kota Bandung Kebut Tuntaskan Vaksinasi Covid-19 pada Remaja

Dia mengatakan dahulu kopi dijual gelondong merah saja, tetapi kini sudah pada hasil olahan seperti bubuk, bahkan telah ada lebih daro 400 brand kopi Temanggung. Cabai pun ke depan perlu didorong seperti kopi dijual dalam produk olahan, apalagi potensi lahan cabai dan produktivitasnya tinggi.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X