• Selasa, 26 Oktober 2021

LPSK Segera Berikan Bantuan Medis Kepada Korban Penyerangan di Distrik Kiwirok Papua

- Sabtu, 18 September 2021 | 13:47 WIB
Ketua LPSK RI Hasto Atmojo Suroyo.  (ANTARA/Humas LPSK)
Ketua LPSK RI Hasto Atmojo Suroyo. (ANTARA/Humas LPSK)

JAKARTA, harianmerapi.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, lembaganya segera memberikan bantuan medis kepada para korban penyerangan di Distrik Kiwirok jika penyerangan tersebut ditetapkan sebagai peristiwa terorisme. Hal tersebut, sesuai amanat Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Korban peristiwa terorisme berhak mendapatkan bantuan medis sesaat setelah kejadian," kata Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo, di Jakarta, Sabtu (18/9/2021).

LPSK saat ini terus membangun komunikasi dengan penyidik untuk mengetahui status penyerangan di Kiwirok yang terjadi pada Selasa (14/9) tersebut apakah termasuk peristiwa terorisme atau bukan karena berkaitan dengan pemenuhan hak saksi dan korban.

Baca Juga: Dengan Alasan Berhalusinasi, Bapak Tega Cabuli Anak Kandung Sendiri

Tak hanya bantuan medis, lanjut Hasto, para korban juga dapat mengajukan kompensasi. Untuk kompensasi, permohonannya akan diajukan melalui persidangan dan diputuskan oleh Majelis Hakim dalam putusannya.

Kendati demikan, kata dia, terlepas dari kasus penyerangan yang menimbulkan satu tenaga kesehatan (nakes) meninggal dunia dan beberapa lainnya luka-luka tersebut ditetapkan sebagai peristiwa terorisme atau bukan, saksi dan korban beserta pihak keluarganya dapat tetap mengajukan permohonan perlindungan ke LPSK.

Ia mengatakan permohonan perlindungan tersebut bisa dalam bentuk perlindungan fisik, bantuan medis, dan/atau rehabilitasi psikologis.

Baca Juga: Polrestabes Bandung Lakukan Penyekatan Ganjil Genap Menuju Arah Jalur Wisata Kawasan Lembang

Ia pun menyayangkan peristiwa kekerasan seperti di Kiwirok tersebut terus terjadi di tanah Papua karena yang menjadi korban adalah masyarakat. Kondisi demikian hendaknya mendapatkan atensi dari pihak keamanan.

"Masyarakat harus mendapatkan haknya untuk hidup aman, bebas dari segala aksi kekerasan apalagi sampai menghilangkan nyawa," ucap Hasto.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mau Terbang, Ini Aturan Terbaru dari Kemenhub

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:12 WIB
X