• Minggu, 17 Oktober 2021

Dijual Mucikari Online, Wanita Muda Ini Bertarif Rp 250 Ribu Sekali Kencan

- Jumat, 17 September 2021 | 20:43 WIB
Kepala Polresta Tangerang, Komisaris Besar Polisi Sri Wahyu Bintoro, memberikan keterangan saat konperensi pers ungkap kasus prostitusi di Markas Polsek Cisoka, Kabupaten Tangerang,  (Foto: Antara)
Kepala Polresta Tangerang, Komisaris Besar Polisi Sri Wahyu Bintoro, memberikan keterangan saat konperensi pers ungkap kasus prostitusi di Markas Polsek Cisoka, Kabupaten Tangerang, (Foto: Antara)

TANGERANG,harianmerapi.com-Dua orang wanita muda dipergoki polisi tengah melayani pria hidung belang di sebuah rumah di Desa Sumur Bandung, Tangerang, Banten. Ternyata mereka dijual mucikari secara online.

Kapolresta Tangerang Komisaris Besar Polisi Sri Wahyu Bintoro, di Tangerang, Banten, Jumat (17/9/2021) mengatakan, polisi telah menangkap dua orang tersangka di antaranya yaitu, DR (19) yang berperan menawarkan perempuan kepada lelaki hidung belang dan DD (50) berperan sebagai mucikari serta yang menyediakan tempat atau kamar serta alat kontrasepsi.

"Jadi awalnya petugas mendapatkan informasi bahwa salah satu rumah di Desa Sumur Bandung, kerap dijadikan lokasi prostitusi. Kemudian Polsek Cisoka menyelidiki dan dilanjutkan dengan menggerebek rumah itu pada Selasa, 31 Agustus 2021 tengah malam," katanya.

Baca Juga: Dokter di Semarang dengan Kelainan Seks Aneh Akibat Kecanduan Video Porno

Dari penggerebekan itu, kata dia, polisi mendapati dua orang perempuan berinisial SM (20) dan SL (19). Kedua perempuan itu diduga merupakan yang ditawarkan DR ke lelaki hidung belang. "Setelah itu, petugas melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada para tersangka dan saksi-saksi," ujarnya.

Ia menuturkan, modus operandi prostitusi itu diketahui para tersangka menggunakan aplikasi MiChat dalam transaksinya. Kemudian tersangka menawarkan perempuan ABG itu dengan harga berkisar antara Rp250.000 hingga Rp500.000.

"DR mendapatkan Rp30.000 untuk setiap transaksi dan DD mendapatkan Rp70.000. DD pula yang menyiapkan alat kontrasepsi," tuturnya.

Baca Juga: Pegawai KPI Korban Pelecehan Seks Cari Keadilan Sejak 2017, Komnas HAM Pastikan Ada Tindak Pidana

Ia mengungkapkan, saat ini kasus prostitusi itu terus didalami. Adapun barang bukti berupa kondom, dua unit telepon genggam, dan uang tunai diduga hasil transaksi prostitusi.

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Korupsi Bupati Muba. KPK Tahan Empat Tersangka

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 23:03 WIB
X