• Selasa, 30 November 2021

Objek Wisata di Yogya Boleh Beroperasi Asal Dilengkapi QR Code PeduliLindungi

- Jumat, 17 September 2021 | 20:23 WIB
Pengunjung memindai kode QR melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk ke pusat perbelanjaan di Jakarta Timur, Jumat (3/9/2021).  (ANTARA/Natisha Andarningtyas)
Pengunjung memindai kode QR melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk ke pusat perbelanjaan di Jakarta Timur, Jumat (3/9/2021). (ANTARA/Natisha Andarningtyas)

YOGYA,harianmerapi.com-Aplikasi PeduliLindungi dan Cleanliness, Health, Safety and Enviromentaly Sustainability (CHSE) menjadi syarat wajib objek wisata bisa beroperasional apabila nanti sudah diizinkan. Untuk itu pengelola tempat wisata dan usaha jasa pariwisata di Kota Yogyakarta diminta segera melengkapi CHSE dan mengajukan QR Code untuk dipindai aplikasi PeduliLindungi.

“CHSE dan aplikasi PeduliLindungi menjadi piranti wajib. Ada yang sudah melengkapi dan ada yang belum,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, Jumat (17/9/2021).

Dijelaskan, objek wisata edukasi milik Pemkot Yogyakarta yakni Taman Pintar selama ini sudah menerapkan protokol kesehatan yang telah diverifikasi tingkat kota.

Baca Juga: Aturan Ganjil Genap di Tiga Tempat Wisata, Pemkot Yogyakarta Pikirkan Aktivitas Warga Lokal

Namun karena ketentuan harus rekomendasi dari Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) maka harus melengkapi CHSE.

Oleh sebab itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan Taman Pintar terkait kelengkapan persyaratan dokumen untuk CHSE.
“Kami langsung gerak cepat koordinasi dengan Taman Pintar. Sudah dilakukan audit lapangan dan hasilnya kami tunggu, semoga CHSE segera didapat,” ujarnya.

Menurutnya dalam rapat dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta tengah mengejar capaian vaksinasi agar diakui pemerintah pusat. Karena pemerintah pusat, lanjutnya, tengah memasukkan parameter vaksinasi.

Baca Juga: Siap-siap, Polda DIY Berlakukan Aturan Ganjil Genap di Tiga Destinasi Wisata

Jika capaian vaksinasi Yogya diakui pemerintah pusat, maka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bisa turun menjadi level 2.

“Kalau sudah turun level dua, semua tempat wisata boleh dibuka dengan kapasitas 50 persen. Tapi wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi dan protokol kesehatan yang direkomendasikan Kemenparekraf yaitu CHSE,” papar Wahyu.

Dia menyampaikan ada beberapa persyaratan untuk CHSE salah satunya struktur organisasi pengelola harus dalam bentuk CV.

Oleh sebab itu belum semua destinasi wisata mendapat CHSE yang diterbitkan Kemenparekraf. Namun untuk usaha jasa pariwisata seperti hotel di Kota Yogyakarta semua sudah mengantongi CHSE.

Baca Juga: Pengunjung Wisata Tebing Breksi Harus Ikuti SOP dengan Ketat

Sedangkan untuk QR Code Aplikasi PeduliLindungi pihaknya sudah menyampaikan hal itu kepada seluruh usaha jasa pariwisata agar segera mengajukan ke Pusdatin Kementerian Kesehatan secara daring.

Namun pihaknya banyak menerima keluhan terkait sulitnya mendapatkan QR Code itu. Meski demikian proses itu sepenuhnya menjadi kewenangan di pemerintah pusat.

“Semua destinasi wisata dan tempat- tempat keramaian umum sedang berlomba- lomba untuk mendapatkan QR Code PeduliLindungi. Kami dapat banyak pertanyaan kok lama, kok sulit. Ya harus dicoba terus,” tuturnya.

Baca Juga: Ratusan Pelaku Wisata dan Seni Budaya di Temanggung Divaksin

Wahyu menyatakan saat ini penerapan QR Code untuk dipindai menggunakan aplikasi PeduliLindungi di Kota Yogyakarta salah satunya di destinasi wisata Gembira Loka Zoo. Ditambahkan semua tempat- tempat keramaian umum seperti mal juga harus menerapkan QR Code PeduliLindungi.*

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DIY Kini Miliki 134 Warisan Budaya Tak Benda

Jumat, 26 November 2021 | 10:55 WIB
X