• Senin, 6 Desember 2021

Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Akan Mulai Uji Coba Untuk Dibuka. Ini Syarat Para Pengunjung

- Jumat, 17 September 2021 | 17:02 WIB
Seorang calon pengunjung Candi Borobudur memindai aplikasi peduli lindungi sebelum memasuki Taman Wisata Candi Borobudur. ( ANTARA/Heru Suyitno)
Seorang calon pengunjung Candi Borobudur memindai aplikasi peduli lindungi sebelum memasuki Taman Wisata Candi Borobudur. ( ANTARA/Heru Suyitno)

MAGELANG, harianmerapi.com - PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) melakukan simulasi uji coba pembukaan destinasi Taman Wisata Candi Borobudur dengan menerapkan aplikasi peduliLindungi. Pada simulasi uji coba penerapan aplikasi peduliLindungi tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

"Hari ini kami melakukan simulasi uji coba dan besok baru uji coba," kata Direktur Utama PT TWC (Persero) Edy Setijono di Magelang, Jumat (17/9/2021).

Edy Setijono mengatakan nantinya ada evaluasi terkait uji coba tersebut sebelum adanya pembukaan objek wisata secara penuh mengikuti level kondisi daerah.

Baca Juga: Bupati Sukoharjo Pimpin Bersih-Bersih Lingkungan dalam Rangka WCD

Ia menyampaikan tahapan uji coba ini bertujuan untuk mengukur kesiapan destinasi terkait dengan penerapan prosedur baru. Kali ini ada penambahan protokol baru, yaitu penerapan aplikasi peduli lindungi.

Edy menjelaskan melalui penerapan aplikasi peduli lindungi ini akan ada proses tracing kepada seluruh wisatawan yang masuk ke kawasan, karena nanti dari aplikasi itu terlihat riwayat vaksinasi para wisatawan.

"Jadi ini salah satu bentuk pemeriksaan tambahan terkait prokes agar destinasi itu menjadi destinasi yang aman seperti yang sudah dideklarasikan bahwa Borobudur harus menjadi destinasi yang aman untuk pariwisata," katanya.

Baca Juga: Harus Ada Imbal Balik Positif Industri Rokok kepada Rakyat

Ia berharap kepada satgas provinsi maupun kabupaten juga melakukan prosedur yang sama di tempat lain. Paling tidak harus ada hal-hal yang dipenuhi seperti sertifikasi CHSE (cleanliness, health, safety, environment sustainability) oleh Kementerian Parekraf.

Kemudian, lanjut dia, pengelolanya sudah harus vaksin, jadi betul-betul menjaga bersama di seluruh destinasi, khususnya di Magelang raya ini.

"Jadi betul-betul bersinergi bersama, berkolaborasi bersama agar penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir," katanya.

Baca Juga: Pembobol ATM Raup Hampir Rp 500 Juta, Ternyata Karyawan Vendor ATM

Menurut dia, kebangkitan sektor pariwisata ini dibutuhkan oleh banyak pelaku pendukung pariwisata di kawasan Magelang raya. Mudah-mudahan Magelang bisa segera mencapai level yang normal untuk dibukanya destinasi pariwisata seperti sebelum pandemi.

Taj Yasin menilai tahapan uji coba simulasi di Borobudur berjalan dengan baik. Tahapan simulasi dimulai dari awal masuk pintu gerbang sebelum wisatawan turun dari mobil sudah diminta menunjukkan kartu vaksinasi atau aplikasi peduli lindungi.

Kemudian ada tempat-tempat untuk menurunkan wisatawan supaya tidak ada kerumunan, sehingga penguraian kerumunan sudah baik.

Baca Juga: Ini Tarif Calo Kartu Prakerja di Bantul, Dibayar Setelah Peserta Lolos

Ia menyampaikan daerah Jawa Tengah, khususnya Magelang, merupakan daerah yang saat ini sudah baik dalam penanganan Covid-19, sehingga melakukan simulasi membuka Taman Wisata Candi Borobudur.

"Hal ini menunjukkan bahwa koordinasi penanganan Covid-19 ini berjalan dengan baik. Dengan adanya simulai ini menunjukkan bahwa masih harus waspada, prokes harus ditaati, tidak semena-mena sehingga dengan harapan simulasi ini nantinya bisa menumbuhkan roda ekonomi," katanya.*

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X