• Selasa, 26 Oktober 2021

Partisipasi Perempuan Jadi Tolok Ukur Demokrasi, Ini Argumentasinya

- Kamis, 16 September 2021 | 13:58 WIB
 Tangkapan layar Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, dalam seminar nasional bertajuk, “Kontribusi Perempuan Politik Dalam Mewujudkan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Rumah Pemilu, Kamis. (16/9/2021).  (ANTARA/Putu Indah Savitri)
Tangkapan layar Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, dalam seminar nasional bertajuk, “Kontribusi Perempuan Politik Dalam Mewujudkan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Rumah Pemilu, Kamis. (16/9/2021). (ANTARA/Putu Indah Savitri)


JAKARTA, harianmerapi.com - Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, mengatakan, untuk mengukur demokrasi suatu negara, maka bisa dilihat dari sejauh mana partisipasi kaum perempuannya.


Dengan kata lain, partisipasi perempuan menjadi tolok ukur demokrasi di suatu negara.

“Partisipasi perempuan dalam politik, khususnya dalam tingkat pengambilan keputusan, sesungguhnya menjadi ukuran bagaimana demokrasi berjalan,” kata dia, di Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Ia katakan itu dalam seminar nasional bertajuk, “Kontribusi Perempuan Politik Dalam Mewujudkan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Rumah Pemilu.

Baca Juga: Alex Noerdin Penuhi Panggilan Kejaksaan Agung, Terkait Kasus Pembelian Gas Bumi BUMD Sumsel

 

Ia yakin partisipasi perempuan dalam politik menunjukkan adanya kesempatan dan ruang yang diberikan kepada perempuan untuk memperjuangkan nilai-nilai kesetaraan.

Kesetaraan gender menjadi salah satu tujuan penting yang harus dicapai pemerintah sebagaimana yang tercantum di poin ke-5 Sustainable Development Goals (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) mengenai kesetaraan gender.

 

Akan tetapi, kata dia, guna mencapai tujuan tersebut, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh perempuan, seperti rendahnya penerimaan masyarakat, masalah subordinasi dan pembatasan ruang aktualisasi yang dilatarbelakangi pemikiran dan persepsi terhadap perempuan, serta sekat-sekat politik dan sosial yang membuat masyarakat menjadi terkotak-kotak.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Mau Terbang, Ini Aturan Terbaru dari Kemenhub

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:12 WIB
X