• Selasa, 30 November 2021

Mahfud Ingatkan Pentingnya Jaga Persatuan Bangsa, Jangan Terpecah-pecah

- Kamis, 16 September 2021 | 12:27 WIB
 Menko Polhukam Mahfud MD pada acara Renungan dan Doa Bersama dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional 2021 yang berlangsung secara hybrid, Rabu malam (15/9/2021).  (ANTARA/HO-Humas Kemenko Polhukam)
Menko Polhukam Mahfud MD pada acara Renungan dan Doa Bersama dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional 2021 yang berlangsung secara hybrid, Rabu malam (15/9/2021). (ANTARA/HO-Humas Kemenko Polhukam)

JAKARTA, harianmerapi.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa bagi semua komponen bangsa, termasuk insan perhubungan.


Mahfud mengingatkan hal itu dalam ceramah Wawasan Kebangsaan pada acara Renungan dan Doa Bersama dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional 2021 yang berlangsung secara hybrid, Rabu malam (15/9/2021).

"Kebersatuan harus dijaga, kita hidup dalam keberagaman sebagai fakta," kata Mahfud.

Baca Juga: Menteri Sandiaga Siapkan Rp 2,4 Triliun untuk Program PEN, PHRI Diminta Manfaatkan


Menurut Mahfud, keberagaman tidak akan memberi manfaat kalau tidak bersatu, dan pecah sendiri-sendiri.


"Mari kita bersatu di dalam ikatan kebangsaan ini," kata Mahfud dikutip dari siaran pers di Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Dia pun menekankan pentingnya tugas dan misi suci insan perhubungan yang berperan penting dalam menghubungkan penduduk Indonesia yang berjumlah tidak kurang dari 260 juta orang.

Baca Juga: DPR Dukung Pengetatan WNA Masuk ke Indonesia Guna Mencegah Penularan Covid-19 Varian Baru

"Insan perhubungan sangat mulia karena menghubungkan lokasi, daerah-daerah, budaya, sehingga menyatukan Indonesia, dan menghubungkannya kembali ke masyarakat internasional sebagai bangsa yang berdaulat dan maju," tuturnya.

Acara inii diisi oleh sambutan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan hadir secara virtual Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar yang memimpin pembacaan doa, serta bergabung seluruh insan perhubungan di perbagai penjuru Indonesia.

Mahfud menjelaskan bahwa peringatan Hari Perhubungan Nasional setiap 17 September ini bisa dijadikan momentum untuk mengingat kembali misi suci insan perhubungan.

Baca Juga: 5 Saksi Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Budhi Sarwono di Banjarnegara

Menurut dia, insan perhubungan tidak hanya menghubungkan untuk mempersatukan fisik, tetapi juga kejiwaan, rasa kebangsaan, dan kebersatuan di antara banyak ragam budaya dan agama yang terpencar di 17 ribu pulau.

"Bukan tugas yang mudah untuk mempersatukan ini. Misi suci teman-teman di Kementerian Perhubungan itu adalah menyatukan, memperkuat ikatan kebangsaan kita sebagai satu geopolitik, di situlah peleburan antarsuku terjadi," ujar Mahfud.

Dalam kesempatan itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini juga menekankan pentingnya program atau suasana keindonesiaan itu harus dibangun dan diciptakan dalam setiap pelintasan alat-alat perhubungan yang dibangun oleh insan perhubungan.

Baca Juga: Menko PMK Minta Sekolah Segera Gelar PTM Bila Pendidik Sudah 100 Persen Divaksin

"Indonesia didirikan oleh berbagai ikatan primodial. Berbagai suku ikut mendirikan negara ini. 1.360 suku, 226 bahasa, tetapi bersatu di dalam sebuah negara yang disebut Wawasan Nusantara," ucapnya.

Mahfud berpesan agar insan perhubungan senantiasa mewakili Wawasan Kebangsaan dan Wawasan Nusantara yang tinggi, yakni cara pandang tentang diri dan lingkungan yang mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, serta kesatuan wilayah yang dilandasi oleh Pancasila.*

 

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Asrama Haji Akan Dijadikan Tempat Karantina Jemaah Umrah

Minggu, 28 November 2021 | 20:05 WIB
X