• Rabu, 20 Oktober 2021

Viral Video Bupati Badung Pamer Pelihara Satwa Dilindungi, BKSDA Bali Turun Tangan

- Rabu, 15 September 2021 | 23:16 WIB
Kepala BKSDA Bali Agus Budi Santosa menyampaikan keterangan mengenai owa siamang peliharaan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta​​​​​.  (ANTARA/Ayu Khania Pranisitha)
Kepala BKSDA Bali Agus Budi Santosa menyampaikan keterangan mengenai owa siamang peliharaan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta​​​​​. (ANTARA/Ayu Khania Pranisitha)

DENPASAR,harianmerapi.com-Video Bupati Badung Bali, I Nyoman Giri Prasta memamerkan peliharaanya, owa siamang vira di media sosial. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali turun tangan menelusuri asal satwa langka itu.

"Apakah ini dari luar atau dalam Bali ya masih akan pelajari lebih lanjut," kata Kepala BKSDA Bali Agus Budi Santosa di Denpasar, Bali, Rabu (15/9/2021).

Agus mengemukakan bahwa kalau owa siamang itu diperoleh dari luar wilayah Bali maka dia bisa memastikan satwa tersebut masuk secara ilegal.

Baca Juga: Viral Video Warga Boncengkan Ikan Paus Kepala Melon Naik Motor, Ternyata Hendak Dimasak

"Kalau masuk ke Bali ya ilegal, kalau legal saya pasti tahu dong karena di sini yang memastikan Surat Angkutan Tumbuhan dan Satwa (SATS) dan tidak mungkin instansi yang lain, pasti BKSDA Bali. Nah itu saya pastikan, pasti masuknya ilegal," katanya.

"Tapi apakah itu dari luar Bali atau kah itu lahirnya sudah ada di Bali, nah itu yang akan dipastikan," ia menambahkan.

Dia menyatakan bahwa owa siamang bukan satwa endemik Bali dan tidak ada owa siamang yang hidup liar di wilayah Bali. "Yang saya bisa pastikan binatang itu bukan berasal dari Bali," katanya.

Baca Juga: Beras Oplosan Viral di Media Sosial, Pelaku Diringkus Satgassus Maleo Polda Sulut

Agus mengatakan bahwa BKSDA masih memeriksa legalitas kepemilikan owa siamang yang dipelihara oleh Bupati Badung serta bagaimana satwa tersebut diperoleh.

"Kalau bicara tentang legalitas kepemilikan satwa liar dilindungi itu ada yang boleh dan tidak boleh, yang boleh apabila berasal dari penangkaran yang punya izin. Diperoleh dengan cara yang sah," katanya.

Menurut dia, tidak ada tempat penangkaran owa siamang di wilayah Bali. Tempat penangkaran kera hitam berlengan panjang itu ada di wilayah Sumatera.

Dia menekankan bahwa kepemilikan dan pemeliharaan satwa liar dilindungi punya konsekuensi hukum.

Baca Juga: Viral 3 Obwis di Yogya Sudah Buka, Pemda DIY Tunggu Komando Pusat

"Semua tindakan itu ada konsekuensi hukumnya, hukum seperti apa itu belum bisa dijelaskan saat ini. Kami akan pelajari lebih lanjut," katanya.

"Sanksinya mengacu pada aturan yang ada, bentuk sanksi itu dari konsekuensi yang ada. Tergantung, setelah jelas duduk perkaranya," ia menambahkan.

Sebelumnya, rekaman video Bupati Badung Bali I Nyoman Giri Prasta yang memperlihatkan owa siamang peliharaannya yang diberi nama Mimi beredar di media sosial.

Baca Juga: Viral Driver Ojol Ditipu Penumpang, HP Ditukar Kamera Rusak

Bupati Badung menyerahkan satwa itu ke BKSDA untuk dilepaskan di habitat aslinya setelah rekaman video owa siamangnya viral di media sosial.

Owa siamang termasuk hewan yang dilindungi menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X