• Selasa, 21 September 2021

Pushidros TNI AL Menemukan Bahaya Keselamatan Navigasi dan Pelayaran Selat Bangka. Ini Penyebabnya

- Rabu, 15 September 2021 | 16:57 WIB
Suasana ketika Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Agung Prasetiawan menyampaikan hasil investigasi kerangka kapal menggunakan KRI Pollux-935 di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu. (15/9/2021)  ((ANTARA/HO-Humas TNI AL))
Suasana ketika Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Agung Prasetiawan menyampaikan hasil investigasi kerangka kapal menggunakan KRI Pollux-935 di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu. (15/9/2021) ((ANTARA/HO-Humas TNI AL))

JAKARTA, harian merapi.com - Pusat Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidros TNI AL) menemukan bahaya keselamatan navigasi dan pelayaran Selat Bangka. Pasalnya ada kerangka kapal di kedalaman 7,5 meter.

“Temuan ini berada di sekitar recommended track alur pelayaran Selat Bangka, sehingga berpotensi membahayakan perlintasan pelayaran pada alur tersebut,” kata Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Agung Prasetiawan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Kerangka kapal yang ditemukan pada kedalaman 7,5 meter memiliki panjang 132 meter dan lebar 15 meter. Kerangka kapal tersebut ditemukan dalam kondisi telah ditumbuhi terumbu karang.

Baca Juga: Tim DVI Polri Kembali Berhasil Identifikasi 14 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang

Agung mengatakan bahwa temuan tersebut berawal dari laporan United Kingdom Hydrographic Office (UKHO) tentang adanya dua kapal yang bergesekan dengan dasar laut (touching bottom / grounding) di Selat Bangka, yaitu MV Hyundai Anterp berbendera Marshall Island pada bulan November 2020 dan MV Posidana berbendera Norwegia pada bulan Februari 2021.

Berdasarkan laporan tersebut, atas pertimbangan untuk kepentingan keselamatan navigasi dan pelayaran, Pushidros TNI AL sebagai Lembaga Hidrografi Nasional, telah menerbitkan Berita Pelaut Indonesia (BPI) No.18 pada tanggal 30 April dan mengambil langkah sigap dengan mengirimkan Tim Survei Tanggap Segera, dan KRI Pollux-935 untuk melaksanakan survei investigasi di Selat Bangka pada lokasi tersebut.

KRI Pollux-935 merupakan kapal survei yang beberapa waktu lalu baru diresmikan oleh Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Yudo Margono untuk masuk ke jajaran Pushidros TNI AL. Melalui survei investigasi tersebut, kerangka kapal berhasil ditemukan di Selat Bangka.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Tangkap 2 WNA Pelaku Skimming ATM. Mereka Meraup Keuntungan Rp17 Miliar

“Terkait dengan hasil temuan, Pushidrosal segera menerbitkan pembaruan BPI minggu ke-34 tentang Perubahan Penggantian Data Lama, yang semula 8,6 meter menjadi 7,5 meter,” kata Komandan Pushidrosal.

Kemudian, KRI Pollux digunakan untuk melakukan investigasi lanjutan dengan peralatan Sidescan Sonar dan konfirmasi visual menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV).

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X