• Rabu, 20 Oktober 2021

Perang Siber Berbahaya Bagi Aktivitas Sipil dan Militer. Lalu Bagaimana Cara Mengatasinya?

- Rabu, 15 September 2021 | 15:56 WIB
Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, Laksamana Madya TNI Harjo Susmoro (tengah), di Jakarta, Rabu (15/9/2021), memberi arahan pada jajarannya di Kedeputian Pengembangan mengenai ancaman perang siber.  (ANTARA/HO-Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional)
Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, Laksamana Madya TNI Harjo Susmoro (tengah), di Jakarta, Rabu (15/9/2021), memberi arahan pada jajarannya di Kedeputian Pengembangan mengenai ancaman perang siber. (ANTARA/HO-Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional)

Jika tidak dalam skala nasional, setidaknya masing-masing kementerian/lembaga membentuk unit kerja yang bertugas mengelola data, termasuk di antaranya turut bertanggung jawab atas keamanan data dan migrasi data, kata dia.

Baca Juga: Pesinetron Ijonk Mendatangi Polres Jaksel Untuk Klarifikasi KDRT Yang Dilakukan Oleh Istrinya

Pembentukan itu, menurut Harjo, dapat menggunakan Peraturan Presiden Nomor 39/2019 tentang Satu Data Nasional sebagai salah satu dasar hukumnya.

“Hingga saat ini belum ada organisasi yang mengelola data nasional secara terpusat, juga belum ada ketentuan platform big data nasional. Padahal, (tata kelola) data nasional sangat diperlukan dan sudah banyak terjadi kebocoran data,” kata dia.*

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X