• Kamis, 23 September 2021

Banyak Kepala Daerah Tersandung Korupsi Karena Pengawasan Lemah

- Rabu, 15 September 2021 | 11:52 WIB
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Mahyudin. (ANTARA/HO-Dokumentasi DPD RI)
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Mahyudin. (ANTARA/HO-Dokumentasi DPD RI)


JAKARTA, harianmerapi.com - Peran DPD idealnya diperluas. DPD RI memiliki porsi ideal bila memiliki kewenangan yang cukup dalam memperjuangkan kepentingan daerah otonom, pemekaran, dan dana transfer daerah yang berkeadilan.


Wakil Ketua DPD RI Mahyudin mengatakan peran DPD RI yang ideal yakni dapat memantik pembangunan di daerah. Diakui selama ini tidak sedikit kepala daerah yang tersandung kasus korupsi akibat lemahnya pengawasan.

Hal tersebut disampaikan Mahyudin dalam keterangannya diterima di Jakarta Rabu (15/9/2021).

Baca Juga: Pesawat Rimbun Air Ditemukan di Ketinggian 2.400 Meter di Bilogai, Begini Kondisi 3 Kru


"Saya kira banyak kepala daerah tertangkap KPK karena lemahnya pengawasan terhadap otonomi daerah. Saya lebih setuju otonomi daerah diberikan kepada provinsi dulu, kemudian provinsi yang menilai mana kabupaten/kota yang mumpuni atau yang belum," kata Mahyudin.

Senator asal Kalimantan Timur itu menilai secara keseluruhan otonomi daerah itu tidak sepenuhnya buruk sehingga diperlukan beberapa perbaikan. Dengan demikian, menurutnya dibutuhkan kamar kedua atau sistem bikameral yang ideal untuk mengawal pembangunan daerah.

"Kami di DPD RI, setiap provinsi diwakili empat orang dengan kualitas yang mumpuni serta modal besar suara rakyat. Dengan sistem bikameral yang ideal kami yakin dapat mengawal pembangunan daerah," katanya.

Baca Juga: Krisdayanti Sebut Dana Reses Bukan Pendapatan Pribadi Anggota DPR

Mahyudin juga menyakini sangat tepat bila DPD RI berada di garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi daerah. Tapi, menurut dia sayangnya lembaga itu belum maksimal sesuai harapan para pendirinya.

"Untuk itu kami menginginkan adanya amendemen Pasal 22D UUD 1945, dimana bisa menghilangkan kata 'dapat'. Jika itu saja terwujud maka sudah sangat luar biasa," ucap dia menyampaikan harapan.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X