• Rabu, 20 Oktober 2021

Halau Massa Bikin Gaduh, Komunitas Malioboro Berjaga di Depan Gedung DPRD DIY

- Selasa, 14 September 2021 | 14:32 WIB
Warga komunitas Malioboro mengamankan area depan gedung DPRD DIY, Selasa (14/9/2021). (Wulan Yanuarwati  )
Warga komunitas Malioboro mengamankan area depan gedung DPRD DIY, Selasa (14/9/2021). (Wulan Yanuarwati )

YOGYA, harianmerapi.com - Sejumlah warga dan komunitas Malioboro yang terdiri atas paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pemgemudi becak berupaya mengamankan area depan gedung DPRD DIY, Selasa (14/9/2021).

Pasalnya sempat terjadi kegaduhan segerombol orang yang mengatasnamakan sebagai perwakilan buruh. Mereka mendatangi gedung DPRD DIY hendak melakukan audiensi menolak PPKM darurat dan meminta pembukaan sektor pariwisata tanpa syarat. Mereka berteriak-teriak membuat kegaduhan dan memasang atribut persis di depan gedung bagian dalam.

Perwakilan Paguyuban Tri Dharma, Rudiarto mengatakan warga Malioboro tidak melarang penyampaian aspirasi namun harus dilakukan sesuai dan tanpa mengerahkan massa. Apalagi DPRD DIY sejauh ini sangat terbuka menerima penyampaian aspirasi warga dengan baik.

Baca Juga: Durasi Kunjungan Wisatawan Malioboro Dibatasi Dua Jam, Pemkot Yogya Siapkan Simulasi

"Saya perwakilan Tri Dharma ya tidak harus dilakukan dengan cara pengerahan massa dan orasi di tempat terbuka karena pemerintah, dewan, sudah membuka diri untuk bisa menampung berbagai aspirasi dan kita berkacamata dari kejadian yang dulu bahwa ketika demo pengerahan massa rentan konflik, rentan terjadi kerusuhan," ujarnya.

Rudi menekankan apalagi kondisi Malioboro saat ini sedang bergerak merangkak pemulihan ekonomi masa pandemi. Apabila terjadi kegaduhan tentu akan berimbas pada kenyamanan.

Terlebih dia menerangkan kawasan Malioboro menjadi kawasan khusus objek wisata vital yang diatur Menteri Pariwisata dan ada pelarangan aktivitas demo di sana.

Baca Juga: Sultan Kaget Penambangan di Lereng Merapi Semakin Serakah

"Tapi bukan berarti menutup untuk aktivitas penyampaian aspirasi. Ya aspirasi bisa dilakukan, sekarang jamannya era digital ya kan, audiensi bisa, medsos bisa, keluhan-keluhan pemerintah bisa. Kenapa harus menggunakan kekuatan-kekuatan yang notabene orang yang gak tau kita geret-geret," imbuhnya.

Malioboro yang mulai bergerak ditengah PPKM tentu sangat dirugikan. Terlebih Rudi juga mempertanyakan sekelompok orang yang mengatasnamakan buruh tersebut merujuk pada buruh yang mana.

"Memang Malioboro sudah sekian lama PPKM benar-benar menderita ya. Ini beberapa hari mulai bergerak, dengan adanya orasi bikin gaduh dan sebagainya menimbulkan para wisatawan ketakutan lagi ke jogja. Itu yang kita sesalkan dan mereka mewakili serikat buruh, buruh yan mana?" jelasnya.

Baca Juga: Tourism Information Center di Malioboro Sediakan Kebutuhan Wisatawan dengan Suasana Sangat Nyaman

Hal senada disampaikan Heru, perwakilan becak motor Malioboro. Dia menyebut kelompok tersebut mendatangi gedung DPRD DIY dengan cara yang tidak benar. Berbbagai perangkat seperti bendera dan spanduk disimpan rapi lalu didisplay ketika sudah masuk area gedung.

"Caranya masuk juga gak benar, kalau audiensi silakan audiensi pintu dewan terbuka. Mereka menggunakan perangkat disembunyikan, niatnya udah gak bener memancing mancing, ini yang kita sesalkan. Mudah-mudahan ini terakhir dan tidak dicontoh pihak manapun, mahasiswa manapun. Mari malioboro kita jaga untuk kawasan vital wisata bukan untuk demo. Ini icon kota jogja karena dari malioboro kacamatanya sampai dunia," kata Heru.

Heru juga berharap situasi di Malioboro selalu kondusif. Pengalaman unjuk rasa berakhir kerusuhan pembakaran kafe atau restoran di Malioboro pada tahun lalu diharapkan tidak terulang lagi.

"Jaga kondusivitas sementara pelaku ekonomi kondisi prihatin, jangan buat gaduh lagi. Satu kali yang dulu sudahlah pengalamn berharga bagi masyarakat jogja, jangan sampai terulang dan kita tonjolkan kearifan lokal budaya Jogja. Orang jogja menyampaikan aspirasi tidak harus teriak-teriak, Ngarsa Dalem juga sangat masih mendengar aspirasi rakyat, dewan juga," jelasnya.*

Halaman:

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Stok Darah PMI Jogja Hari Ini, Selasa 19 Oktober 2021

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:10 WIB

77 Karyawan Pinjol Ilegal Dipulangkan ke Jogja

Minggu, 17 Oktober 2021 | 08:35 WIB
X