• Sabtu, 4 Desember 2021

Dua Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi Berkat Ciri Khas Pada Gigi

- Senin, 13 September 2021 | 16:26 WIB
Sekretaris Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Sespudokkes) Polri Kombes Pol Pramujoko dalam jumpa pers kasus kebakaran Lapas Tangerang di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin (13/9/2021). ( ANTARA/Yogi Rachman)
Sekretaris Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Sespudokkes) Polri Kombes Pol Pramujoko dalam jumpa pers kasus kebakaran Lapas Tangerang di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin (13/9/2021). ( ANTARA/Yogi Rachman)

JAKARTA, harianmerapi.com - Dua jenazah korban kebakaran Lembaga Permasyarakatan (Lapas ) Kelas 1 Tangerang, berhasil teridentifikasi berkat ciri khas yang ada pada gigi. Keduanya adalah Rezkil Khairi (23) dan I Wayan Tirta Utama (36).

"Kedua jenazah yang dikenali dengan ciri khas pada gigi yaitu atas nama Rezkil Khairi (23) dan I Wayan Tirta Utama (36)," kata Sekretaris Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Kombes Pol Pramujoko di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (13/9/2021).

Ia menjelaskan, korban atas nama Rezkil, ada dua yaitu dibandingkan berdasarkan giginya yang khas yakni gigi depannya putus sebelah.

Baca Juga: Helikopter Milik Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan Kementerian Perhubungan Jatuh. Penumpang Selamat

"Ini cocok dengan jenazah. Jadi, kita gunakan pembanding satu dari gigi dan DNA," katanya.

Pramujoko menambahkan untuk jenazah korban kebakaran atas nama I Wayan Tirta Utama pihaknya juga berhasil mengidentifikasi melalui DNA pembanding dari anak korban.

"I Wayan Tirta Utama ini teridentifikasi berdasarkan pemeriksaan DNA dengan sampel pembanding dari anak kandungnya. Disamping itu kita bisa juga membandingkan dari ciri khas pada gigi," ujar Pramujoko.

Baca Juga: 1.962 Peserta Ikuti CAT untuk Formasi P3K di Temanggung

Lebih lanjut, Pramujoko mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 41 jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang yang diidentifikasi di RS Polri Kramat Jati.

"Sudah dilakukan pemeriksaan fisik, 'medical' juga, gigi juga lengkap, sidik jari lengkap, sekarang tinggal DNA. Dari DNA itu lagi proses karena pembanding tidak datang semua tapi bertahap yang datang duluan langsung bisa dikerjakan," ujar Pramujoko.*

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Asrama Haji Akan Dijadikan Tempat Karantina Jemaah Umrah

Minggu, 28 November 2021 | 20:05 WIB
X