• Kamis, 9 Desember 2021

Masyarakat Jangan Tunda Vaksin dengan Alasan Pilih-pilih Merek Tertentu

- Minggu, 12 September 2021 | 09:32 WIB
Penghuni apartemen di DKI Jakarta menjalani program vaksin massal, Kamis (9/9/2021).  (ANTARA/ HO-ICM)
Penghuni apartemen di DKI Jakarta menjalani program vaksin massal, Kamis (9/9/2021). (ANTARA/ HO-ICM)

"Kemungkinan karena informasi yang beredar terkait masing-masing vaksin," kata Riris.

Riris menilai risiko masyarakat yang terus pilih-pilih merek vaksin adalah terinfeksi Covid-19 hingga mengalami tingkat keparahan akibat virus tersebut.

"Semakin cepat divaksin, risiko terpapar Covid-19 yang parah dapat dihindari," kata Riris.

Baca Juga: Covid-19 Varian Mu Bisa Turunkan Efikasi Vaksin dan Antibodi, Begini Cara Mencegahnya

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengakui ada sebagian masyarakat yang pilih-pilih merek vaksin. Umumnya, hal itu karena beredarnya hoaks tentang efek samping vaksin.

Ia berharap masyarakat segera mengikuti vaksinasi dengan merek apa pun. Tujuannya agar Indonesia segera keluar dari pandemi dan terciptanya kekebalan komunal.

Hingga saat ini Indonesia telah mendatangkan 225,4 juta dosis vaksin. Rinciannya, vaksin Sinovac dalam bentuk jadi sebanyak 33 juta dosis, Sinovac dalam bentuk bulk 153,9 juta dosis, AstraZeneca 19,5 juta dosis, Moderna delapan juta dosis, Pfizer 2,75 juta dosis dan Sinopharm 8,25 juta dosis.

Hingga Sabtu (11/9) sebanyak 72.248.720 orang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama, 41.534.340 menerima vaksin dosis kedua, dan 775.725 sudah memperoleh vaksin dosis ketiga. Target sasaran program vaksinasi nasional sebanyak 208.265.720.*

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X