• Rabu, 20 Oktober 2021

Polri Pastikan Penebalan Personel TNI-Polri di Wilayah Kabupaten Maybrat Bukan Operasi Militer

- Sabtu, 11 September 2021 | 22:41 WIB
Kepala bidang Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Adam Erwindi merilis 17 DPO dari kelompok KNPB penyerang Posramil Kisor.  (ANTARA/Hans Arnold Kapisa)
Kepala bidang Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Adam Erwindi merilis 17 DPO dari kelompok KNPB penyerang Posramil Kisor. (ANTARA/Hans Arnold Kapisa)

MANOKWARI, harianmerapi.com - Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat memastikan penebalan personel TNI-Polri di wilayah kabupaten Maybrat bukan operasi militer (Opsmil). Aksi tersebut merupakan tugas penyelidikan dan pengejaran pelaku kriminal.

"Tim gabungan yang dikerahkan ke Maybrat untuk menyelidiki dan mengejar para pelaku kriminal penyerang pos persiapan Koramil Kisor," ujar Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Adam Erwindi, di Manokwari Sabtu (11/9/2021).

Adam menyatakan hal itu guna menetralkan berbagai kabar bohong (hoaks) di berbagai media sosial yang bertujuan menggiring opini publik dengan isu tak sesuai fakta.

Baca Juga: Aji Santoso Mengaku Laga Melawan Tira Persikabo Berat, Sekalipun Persebaya Menang

"Sejumlah sumber berupaya ciptakan isu operasi militer di Maybrat, sementara tugas utama tim gabungan TNI-Polri sudah terbukti dengan mengungkap organisasi KNPB sebagai aktor utama peristiwa itu," ujarnya.

Hasil pengembangan, tim penyidik sudah menetapkan dan menahan dua tersangka serta menerbitkan 17 orang dari kelompok KNPB dalam DPO (Daftar Pencarian Orang).

Dia mengimbau kepada masyarakat Papua Barat agar lebih bijak menggunakan media sosial dalam menerima maupun meneruskan sebuah informasi.

Baca Juga: Dedik Setiawan Menyebut Bhayangkara FC Berbeda Dibandingkan Musim Sebelumnya. Ini Alasannya

Di tempat terpisah Kepala Penerangan Kodam XVIII Kasuari Kolonel Hendra Pesireron menegaskan bahwa TNI-Polri menjamin keamanan masyarakat sipil.

"Masyarakat diimbau kembali ke perkampungan, karena tim gabungan hanya cari pelaku penyerang Pos koramil, bukan menakut-nakuti masyarakat ataupun salah sasaran," ujar Kapendam.*

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kota Samarinda Dikepung Banjir

Senin, 18 Oktober 2021 | 11:50 WIB

KPK Kembali Lakukan OTT di Sumatera Selatan

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 07:25 WIB
X