• Senin, 24 Januari 2022

Kembali Beroperasi, Pelaku Usaha di Sukoharjo Tetap Wajib Sediakan Skrining Aplikasi PeduliLindungi

- Sabtu, 11 September 2021 | 13:04 WIB
Pengunjung memindai kode QR melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk ke pusat perbelanjaan ((ANTARA/Natisha Andarningtyas))
Pengunjung memindai kode QR melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk ke pusat perbelanjaan ((ANTARA/Natisha Andarningtyas))

SUKOHARJO, harianmerapi.com - Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usah Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Sukoharjo memberi toleransi kepada pelaku usaha khususnya pusat perbelanjaan dan supermarket untuk menyediakan kelengkapan skrining vaksinasi virus Corona pada karyawan dan pengunjung hingga 14 September 2021.

Kelonggaran diberikan mengingat para pelaku usaha terdampak pandemi virus Corona. Skrining dilakukan melalui aplikasi PeduliLindungi sekaligus pengetatan penerapan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan penyebaran virus Corona.

Kepala Disdagkop UKM Sukoharjo Iwan Setiyono, Sabtu (11/9) mengatakan, skrining vaksinasi virus Corona melalui aplikasi PeduliLindungi sudah diterapkan seiring operasional kembali pusat perbelanjaan dan supermarket.

Baca Juga: Ayudia C Berbagi Pengalaman Lewat Jurnal Berisi 30 Gaya Terbaru

Selain itu mall dan beberapa sektor usaha juga telah buka. Namun demikian pembukaan tersebut harus diimbangi dengan penyediaan kelengkapan skrining vaksinasi virus Corona. Sarana dan prasarana serta petugas jaga harus disediakan sendiri oleh para pelaku usaha.

Penyediaan kelengkapan skrining vaksinasi masih ditemukan belum semua tersedia. Disdagkop UKM Sukoharjo masih memberi toleransi mengingat para pelaku usaha terdampak pandemi virus Corona. Meski demikian, para pelaku usaha tetap diwajibkan menyediakan kelengkapan skrining vaksinasi virus Corona hingga 14 September 2021.

Disdagkop UKM Sukoharjo berharap kelonggaran tersebut bisa dimaksimalkan oleh para pelaku usaha. Sebab kelengkapan skrining vaksinasi virus Corona disediakan demi pencegahan penyebaran virus Corona sekaligus memastikan karyawan dan pengunjung yang masuk datang ke pusat perbelanjaan, supermarket dan lainnya sudah divaksin virus Corona.

Baca Juga: Satu Jenazah Lagi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Diserahkan Kepada Keluarga

"Pusat perbelanjaan kembali beroperasi termasuk didalamnya supermarket, hipermarket, kafe dan restoran. Mereka wajib menyediakan skrining vaksinasi virus Corona. Pengawasan tetap diperketat demi mencegah penyebaran virus Corona," ujarnya.

Iwan menjelaskan, tempat usaha yang kembali beroperasi harus memenuhi syarat protokol kesehatan mulai dari membatasi kapasitas pengunjung, sistem belanja take away hingga melakukan skrining bukti vaksinasi virus Corona.

"Tempat usaha diminta menyediakan fasilitas skrining vaksinasi virus Corona, petugas jaga, alat pemindai barcode aplikasi PeduliLindungi. Semua itu menyesuaikan aturan baru," lanjutnya.

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 13: Rasa Penyesalan Datang Setelah Mama Meninggal

Penyesuaian aturan diterapkan agar para pelaku usaha kembali bisa beroperasi. Disisi lain juga melindungi pelaku usaha, karyawan dan pengunjung agar tidak tertular virus Corona.

"Ada pengecualian skrining seperti di perdagangan tradisional seperti pasar tradisional, warung kelontong, lapak pedagang kali lima. Namun demikian pelaku usaha tradisional ini tetap wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat," lanjutnya.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengeluarkan Instruksi Bupati (Inbup) Sukoharjo Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 Virus Corona. Ada banyak penyesuaian aturan dalam kebijakan tersebut disesuaikan dengan instruksi dari pemerintah pusat.

Baca Juga: Nenek Menggendong Kayu Tiba-Tiba Menghilang Tak Berbekas

Etik Suryani mengatakan, penyesuaian kegiatan masyarakat dilakukan menyesuaikan dengan adanya kebijakan baru. Seperti pada pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di masa pandemi virus Corona dan bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Aturan tersebut dikecualikan untuk, SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, MALB maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas, PAUD maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas. *

Halaman:
1
2

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Terkini

X