• Senin, 29 November 2021

Tim DVI Polri Telah Memeriksa 20 Dari 41 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang. Satu Korban Teridentifikasi

- Kamis, 9 September 2021 | 18:56 WIB
Kepala Pusat (Kapus) Inafis Polri, Brigjen Pol Mashudi menunjukkan data dari korban kebakaran Lapas Dewasa Klas 1 Tangerang yang teridentifikasi saat jumpa pers di RS Polri, Kramat Jati, di Jakarta, Kamis (9/9/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww. ( (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT))
Kepala Pusat (Kapus) Inafis Polri, Brigjen Pol Mashudi menunjukkan data dari korban kebakaran Lapas Dewasa Klas 1 Tangerang yang teridentifikasi saat jumpa pers di RS Polri, Kramat Jati, di Jakarta, Kamis (9/9/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww. ( (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT))

 

JAKARTA, harianmerapi.com - Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polri telah memeriksa 20 dari 41 jenazah warga binaan korban kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, satu di antaranya berhasil teridentifikasi melalui sidik jari.

"Saya dapat informasi, jenazah yang baru diperiksa 20, jadi kenapa baru satu yang teridentifikasi, karena pemeriksaan masih berjalan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (9/9/2021)

Rusdi menyatakan, pemeriksaan terhadap jenazah lainnya masih terus dilakukan guna pengumpulan data ante mortem dan post mortem dalam rangka identifikasi jenazah.

Baca Juga: Jangan Olahraga Mepet Dengan Waktu Tidur. Sebab Bisa Mengganggu Jadwal Istirahat

Sehari setelah kebakaran, Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi satu jenazah warga binaan yang tewas dalam peristiwa kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, Banten, yakni atas nama Rudhi bin Ong Eng Cue.

Menurut Rusdi, Tim DVI bekerja dengan ketelitian dan kehati-hatian untuk mengidentifikasi jenazah korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang.

Langkah awal yang dilakukan adalah mengumpulkan data ante mortem (sebelum jenazah meninggal) primer dan sekunder. Data primer meliputi sidik jari, konstruksi gigi dan DNA (dari keluarga inti). Sedangkan data sekunder, berupa pakaian terakhir yang digunakan, cincin, tanda lahir, tato atau bekas luka.

Baca Juga: Kemenag Susun Pedoman Pengangkatan Guru Madrasah Swasta, Untuk Jadi Acuan Perekrutan Guru

Setelah data ante mortem didapatkan, dicocokkan dengan data post mortem (setelah jenazah meninggal). Proses pencocokan inilah yang memerlukan waktu, sehingga Tim DVI Polri baru berhasil mengidentifikasi satu jenazah.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Asrama Haji Akan Dijadikan Tempat Karantina Jemaah Umrah

Minggu, 28 November 2021 | 20:05 WIB
X