• Sabtu, 4 Desember 2021

Mayat Tanpa Kepala di Aceh Diduga Nelayan Asal Sri Lanka

- Senin, 6 September 2021 | 21:05 WIB
Kapal 5 GT yang ditemukan bersama mayat tanpa kepala di perairan Alu Reuyeung Pulo Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (5/9/2021).  (ANTARA/HO-Lembaga Panglima Laot Aceh )
Kapal 5 GT yang ditemukan bersama mayat tanpa kepala di perairan Alu Reuyeung Pulo Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (5/9/2021). (ANTARA/HO-Lembaga Panglima Laot Aceh )


BANDA ACEH,harianmerapi.com-Polisi mulai mengidentifikasi mayat tanpa kepala yang ditemukan di perairan Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Diduga kuat, jasad itu merupakan nelayan asal Sri Lanka.

"Dugaannya nelayan dari Sri Lanka, yang menguatkan itu adalah nomor lambung kapal," kata Kasat Reskrim Polres Aceh Besar Iptu Zeska Julian Taruna Wijaya, di Aceh Besar, Senin (6/9/2021).

Sebelumnya, mayat tanpa kepala dan lengan ditemukan masyarakat terdampar di perairan Alu Reuyeung Pulo (Pulau) Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.
Penemuan mayat itu berawal dari adanya sebuah bush kapal 5 GT yang ditemukan telungkup, setelah diangkat ternyata di bawah kapal tersebut didapati mayat dalam kondisi tanpa kepala dan lengan.

Berdasarkan pengamatan Lembaga Panglima Laot Aceh, dari bentuknya, kapal 5 GT yang ditemukan tersebut bukan berasal dari Aceh atau Indonesia pada umumnya, melainkan dari negara lain.

Baca Juga: 5 Fakta Pembunuhan Sadis di Sleman, Pariyem Tewas Dikepruk Batu Kemudian Diseret ke Sungai

Iptu Zeska mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima ada kapal nelayan Sri Lanka yang terkena ombak. Kemudian setelah dilakukan pengecekan terdapat kesesuaian pada nomor lambung kapalnya.

"Sepertinya kapal mereka itu terkena ombak, dan dari nomor lambung kapal itu sesuai dengan nomor lambung kapal yang kami temukan," ujarnya.

Karena itu, lanjut Zeska, pihaknya saat ini sudah melakukan koordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Mabes Polri untuk mendapatkan tindaklanjutnya.

Baca Juga: Ini Kronologi Pembunuhan Sadis di Sleman, Pariyem Tewas Dihantam Batu

Selain itu, Zeska juga menyampaikan bahwa untuk hasil visum mayat nelayan tersebut telah disimpulkan, namun sejauh ini tidak dapat disampaikan karena belum ada surat resmi oleh pihak rumah sakit.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Asrama Haji Akan Dijadikan Tempat Karantina Jemaah Umrah

Minggu, 28 November 2021 | 20:05 WIB
X