• Minggu, 23 Januari 2022

Peradi Pergerakan Siap Advokasi Petani Bawang Merah Nawungan

- Rabu, 1 September 2021 | 22:37 WIB
Sekjen DPP Peradi Pergerakan, M Syafei SH MSi.  (Foto: Yusron Mustaqim)
Sekjen DPP Peradi Pergerakan, M Syafei SH MSi. (Foto: Yusron Mustaqim)


BANTUL, harianmerapi.com- Sebagai salah satu organisasi advokat, Peradi Pergerakan siap untuk mengadvokasi dan mendampingi petani bawang merah di Dusun Nawungan Kalurahan Selopamioro Kapanewon Imogiri Bantul yang tertipu pembeli senilai Rp 368 juta.


"Selama ini yang beli bawang merah para petani merupakan orang atau pihak yang tidak dikenal. Itu semula diperkenalkan pihak dinas atau pejabat kepala daerah. Memang yang pertama kali dibayar tetapi setelah itu sampai saat ini belum dibayar," ujar Sekjen DPP Peradi Pergerakan, M Syafei SH MSi kepada wartawan, Rabu (1/9/2021).


Untuk itu, Syafei sebagai Sekjen Peradi Pergerakan yang mempunyai Yayasan Bantuan Hukum di Yogyakarta meminta timnya untuk mengadvokasi agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara musyawarah. Sampai saat ini para petani menginginkan bawang merah yang telah diambil segera dibayar.

Baca Juga: Peradi Pergerakan Lantik 12 Advokat, Siap Sebagai Penegak Hukum Profesional


Apalagi saat ini petani dalam kondisi sulit karena PPKM hasil panen harganya turun dan hasilnya tidak dibayar. Padahal untuk menanam, beli pupuk maupun upah tenaga kerja butuh modal. Untuk itu Peradi Pergerakan sangat menyayangkan peran pemerintah daerah yang tidak dapat menyelesaikan masalah ini dengan baik.


Karena dalam perkara pidana ada yang disebut sebagai pihak yang membantu melakukan dan turut serta melakukan.

"Siapa yang mengenalkan dan siapa yang mengajak pembeli kepada petani bisa dijerat dengan perbuatan turut serta dan pihak pemda tak bisa cuci tangan begitu saja. Saat ini kan kesannya risiko petani dalam jual beli, tetapi ndak bisa kayak gitu dong, pertanggungjawaban moral harus ada," lanjut Syafei menjelaskan.

Baca Juga: 16 Napi Rutan Bantul Dipindahkan Guna Mencegah Over Kapasitas


Melihat kondisi itu, pihaknya akan mengadvokasi sampai tuntas. Meski kerugian tidak terlalu banyak namun hal itu dibutuhkan oleh sekian orang petani dan untuk biaya tanam bawang merah selanjutnya. Yang jelas tindak pidana penipuan dan penggelapan ada unsur turut serta dan membantu melakukan.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X