KPU Yogya Terjunkan 1.429 Petugas Pantarlih

Ilustrasi Komisi Pemilihan Umum.
Ilustrasi Komisi Pemilihan Umum.

UMBULHARJO (MERAPI) – Komisi Pemilihan Umum Yogyakarta akan menyiapkan 1.429 petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) untuk mendukung kegiatan pencocokan dan penelitian data pemilih.

“Pemutakhiran data pemilih akan dilakukan April oleh pantarlih. Satu tempat pemungutan suara ada satu petugas pantarlih,” kata Ketua KPU Yogyakarta Wawan Budiyanto, Minggu (11/3).

Dia menjelaskan akan mempersiapkan sekitar 1.429 petugas pantarlih karena diprediksi TPS pada Pemilu 2019 di Kota Yogyakarta sejumlah itu. Perkiraan itu didasarkan pada jumlah pemiliha di tiap TPS dibuat sekitar 300 pemilih. Sesuai peraturan satu TPS maksimal ada 600 pemilih.

“Kami buat satu TPS 300 pemilih agar pelaksanaan pemungutan sampai perhitungan suara di TPS tidak melebihi waktu,” ujarnya.

Sedangkan data pemilih yang akan digunakan sebagai dasar pemutakhiran adalah data hasil sinkronisasi daftar potensial penduduk pemilih pemilu (DP4). Data tersebut kemudian diolah berbasis tiap TPS sebagai dasar pencocokan dan penelitian petugas pantarlih.

“Data pemilih hasil sinkronisasi yang diolah berbasis TPS itu lalu disampaikan ke Pantarlih untuk dilakukan pencocokan dan penelitian di lapangan,” tambah Wawan.

Pada Pemilihan Kepala Daerah Kota Yogyakarta tahun 2017 jumlah pemilih tercatat sebanyak 301.458 pemilih. Jumlah pemilih diperkirakan bertambah karena pada Pemilu 2019 tidak hanya pemilihan DPRD Kota Yogyakarta, tapi juga DPRD DIY, DPR RI, DPD dan Presiden.

Sementara itu KPU DIY mencatat rekapitulasi pemutakhiran data pemilh semester 2 tahun 2017 di DIY sebanyak 2.710.192 pemilih. Jumlah itu berkurang dibandingkan data pemilih tetap Pemilukada terakhir di tiap kota/kabupaten di DIY yang mencapai 2.715.687 pemilih. Sedangkan data pemilih setelah divalidasi ditemukan 9.219 pemilih yang tidak memenuhi syarat.

Sebelumnya Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan menyatakan sejak tahun 2015 setiap enam bulan sekali KPU melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. “Dari pemutakhiran masih ditemukan data pemilih tidak memenuhi syarat seperti meninggal dunia, pindah penduduk dan beralihs status TNI/Polri,” imbuh Hamdan.

Sementara untuk potensi pemilihan tambahan Pemilu 2019, KPU DIY sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Terutama pemilih dari mahasiswa dan pelajar yang akan menggunakan hak pilihnya di DIY. Data sementara ada sekitar 300.000 orang mahasiswa dan pelajar luar daerah di DIY. Untuk pendataan pemilih mahasiswa KPU DIY bekerja sama dengan 12 perguruan tinggi melalui duta pemilu. (Tri)

Read previous post:
Pendataan Sultan Ground Dilanjutkan

UMBULHARJO (MERAPI) - Pendataan tanah milik Kraton Yogyakarta atau Sultan Ground (SG) di wilayah Kota Yogyakarta kembali dilakukan tahun ini.

Close