Format Dapil Lama di Kulonprogo Menguat

KPU Kulonprogo menggelar uji publik terkait format dapil Pemilu 2019. (Amin Kuntari)
KPU Kulonprogo menggelar uji publik terkait format dapil Pemilu 2019. (Amin Kuntari)

WATES (MERAPI) – KPU Kulonprogo menggelar uji publik draf usulan daerah pemilihan (dapil) dan alokasi kursi DPRD Kulonprogo di Aula Adikarto Pemkab Kulonprogo, Kamis (8/2). Hasilnya, mayoritas peserta uji publik menginginkan tidak ada perubahan dapil, atau sama seperti format sebelumnya yakni lima.

Ketua KPU Kulonprogo, Muh Isnaeni menyampaikan, usulan terbanyak dari peserta uji publik yakni lima dapil atau sama seperti format sebelumnya, disusul usulan pengurangan menjadi empat dapil serta penambahan menjadi enam dapil. Mayoritas peserta uji publik mengusulkan tidak adanya perubahan karena lima dapil dinilai telah memenuhi prinsip pemilihan.

“Partai politik juga menyatakan sudah melakukan pergerakan, termasuk untuk menghadapi Pemilu 2019,” kata Muh Isnaeni, usai uji publik.

Pelaksanaan uji publik ini, menurut Isnaeni merupakan rangkaian proses pengusulan draf dapil dan alokasi kursi parlemen DPRD Kulonprogo kepada KPU DIY kemudian dilanjutkan ke KPU RI sebagai pihak yang berwenang menetapkan dapil. “Penentuan jumlah dapil merupakan tahapan krusial. Sebab, dapil adalah medan pertempuran sehingga dalam proses uji publik kita perlu meminta masukan dari partai politik, tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM dan ormas,” imbuhnya.

Sementara itu, KPU Kota Yogyakarta menyiapkan tiga rancangan daerah pemilihan untuk Pemilu 2019 yang akan diajukan dalam uji publik pada Sabtu (10/2). “Sebelumnya, ada enam rancangan dapil yang disiapkan,” kata Ketua KPU Kota Yogyakarta Wawan Budiyanto kemarin.

Pengelompokan kecamatan dan persebaran kursi di tiap daerah pemilihan juga sama seperti Pemilu 2014, yaitu Dapil I terdiri dari Kecamatan Kraton, Mantrijeron, dan Mergangsan dengan sembilan kursi. Dapil 2 terdiri dari Kecamatan Gondomanan, Ngampilan, Pakualaman, Wirobrajan dengan tujuh kursi, Dapil 3 terdiri dari Kecamatan Gedongtengen, Jetis dan Tegalrejo dengan delapan kursi, Dapil 4 terdiri dari Kecamatan Danurejan dan Gondokusuman dengan enam kursi serta Dapil 5 terdiri Kecamatan Kotagede dan Umbulharjo dengan 10 kursi.

Pada rancangan kedua, akan ada enam daerah pemilihan, karena Kecamatan Umbulharjo dan Kotagede yang semula berada di daerah pemilihan yang sama akan dipisah. “Kecamatan Umbulharjo masuk Dapil 5 dengan tujuh kursi dan Kecamatan Kotagede menjadi Dapil 6 dengan tiga kursi,” katanya.

Sedangkan rancangan ketiga tetap akan mempertahankan lima dapil dengan perbedaan pada Dapil 4 memperoleh kuota tujuh kursi dari semula enam kursi karena ada tambahan Kecamatan Pakualaman. “Dapil 2 hanya akan diisi tiga kecamatan dengan enam kursi dari sebelumnya tujuh kursi,” kata Wawan. (Unt/Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
RAT Macet, Ratusan Koperasi di Yogya Sekarat

UMBULHARJO (MERAPI) - Sekitar 218 koperasi di Kota Yogyakarta dalam keadaan kurang sehat. Salah satu indikatornya koperasi tersebut tidak menggelar

Close