Dampak Covid-19, Kuota Pembelian Tembakau Turun

MERAPI-Zaini Arrosyid Petani menjemur daun tembakau di lapangan Desa Tembarak dengan latar belakang gunung Sumbing yang terbakar
MERAPI-Zaini Arrosyid
Petani menjemur daun tembakau.

TEMANGGUNG (MERAPI) – Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq memastikan kuota pembelian tembakau rajangan dari dua industri rokok kretek besar di Indonesia pada tahun 2020 turun. Penurunan itu, PT Djarum Kudus mencapai 20 persen sedangkan PT Gudang Garam masih dalam penghitungan.

” Kuota pembelian PT Djarum Kudus menurun sekitar 20 persen dibanding tahun lalu, atau hanya sekitar 3.500 ton saja. Untuk PT Gudang Garam belum diketahui pasti berapa penurunan kuota pembeliannya,” kata Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq, Selasa (7/4).

Dia mengatakan keterangan penurunan kuota pembelian itu setelah menelphon Direktur Pembelian PT. Djarum Kudus, Sutanto, dan Direktur Umum PT Gudang Garam Kediri, Susanto, Senin (6/4). Salah satu sebab penurunan kuota pembelian itu karena pasaran rokok kretek juga menurun akibat krisis corona.

Dia meminta petani berhati-hati menghadapi musim tembakau tahun ini. Jaga kualitas tembakau asli Temanggung, dan jangan mendatangkan tembakau dari luar daerah. Sebab akan semakin mempersulit posisi petani tembakau asli Temanggung.

” Saya imbau petani Temanggung mulai saat ini memperbanyak tanaman pangan, baik jagung, kentang, ubi, singkong, dan lain-lain,” katanya.

Dia mengatakan mengatakan krisis corona bisa berlangsung panjang yang membuat ekonomi nasional sulit dan cadangan pangan sulit. Penanaman tanaman pangan itu agar petani mempunyai cadangan meskipun kondisi krisis semakin sulit.

Terpisah, Ketua umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN APTI), Agus Parmuji
mengatakan kekhawatiran petani tembakau terjawab sudah yakni penurunan kuota pembelian tembakau oleh industri rokok pada tahun 2020 sebagai dampak kenaikan cukai dan melemahnya ekonomi karena wabah corona.

” Semoga industri juga mempersiapkan sistem dan mekanisme tata niaga yang tidak melangkah aturan dan anjuran Pemerintah dalam situasi darurat corona ,” kata dia.

Dia mengatakan ketakutan petani adalah adanya pembatasan ruang gerak warga, kementrian terkait akan tanpa koordinasi membuat kebijakan yang kurang baik bagi petani tembakau dengan membuka keran impor tembakau seluas luasnya tanpa koordinasi dengan pelaku pertembakaun.

” Impor tembakau berarti tidak melindungi kedaulatan petani tembakau nasional dan tidak melindungi perut ekonomi petani tembakau nasional. Pemerintah harus membuat kebijakan agar industri mengutamakan penyerapan tembakau nasional,” katanya
.
Dikatakan petani berharap pemerintah pusat dilintas kementrian segera membuat kebijakan yang pro kedaulatan petani tembakau nasional dengan mempertimbangkan usulan dan masukan petani tembakau. (Osy)

Read previous post:
POLISI SOSIALISASI COVID-19 DI JALAN-Gatotkaca Kalahkan Corona dengan Bagi-bagi Masker

Close