Pelajar Temanggung Deklarasi Anti Politik Uang, Hoax dan Golput

MERAPI-Zaini Arrosyid Pelajar deklarasikan antoi money politik, hoak dan Golput
MERAPI-Zaini Arrosyid
Pelajar deklarasikan antoi money politik, hoak dan Golput

TEMANGGUNG (MERAPI) – Pelajar dari sejumlah SMA dan SMK di Kabupaten Temanggung deklarasi anti money politik, hoax dan golput, serta terlibat dalam pengawasan partisipatif untuk terwujudnya Pemilu 2019 yang demokratis dan berintegritas.

Anggota Bawaslu Kabupaten Temanggung Murti Anggono mengatakan Bawaslu Kabupaten menyasar kaum pelajar sebagai pemilih pemula untuk terlibat aktif dalam pengawasan Pemilu 2019. Mereka ini masih murni dalam pemikiran atau belum tersentuh dengan kepentingan politik tertentu, sehingga kekuatan pemilih pemula harus dioptimalkan untuk terciptanya pemilu yang demokratis dan berintegritas.

“Kami sasar SMA, SMK dan pondok pesantren untuk pengawasan partisipatif,” kata Murti, ditemui pada Sosalisasi dan Deklarasi Pengawasan Partisipatif di SMKN I Temanggung, Selasa (22/1).

Dikatakan pemilih pemula di 16 SMA dan SMK dan sejumlah pondok pesantren yang menjadi sasaran pada program pengawasan partisipatif di Kabupaten Temanggung. Jika satu institusi terdapat 80 siswa maka akan terdapat setidaknya 1500 pemilih pemula sebagai pengawas partisipatif di kabupaten tersebut.

” Ini sebuah kekuatan yang dahyat dan menjanjikan untuk menekan dan memerangi money politik, hoax dan golput,” katanya.

Pengawasan partisipatif, terangnya sebenarnya tidak hanya pemilih pemula namun masyarakat luas yang peduli dengan terciptanya Pemilu 2019 yang demokratis dan berintegritas. Mereka dapat berasal dari berbagai elemen dan komunitas. ” Mereka ini juga sedang digarap. Mereka ini diharapkan nantinya aktif bersinergi dengan penyelenggara pemilu yakni KPU dan jajarannya atau Bawaslu dan jajarannya,” katanya.

Seorang siswa Driyantoro (18) mengatakan sosialisasi dan deklarasi itu sangat membantu dirinya dan teman-temannya dalam memahami seluk beluk kepemiluan terutama pada pengawasan pemilu. ” Kami menjadi tahu kampanye, cara pemungutan dan penghitungan suara, serta money politik, dan bagaimana pengawasannya,” katanya.

Dia mengatakan tertarik menjadi anggota pengawasan partisipatif bersama teman-temannya, untuk terciptanya pemilu yang demokratis dan beritegritas. ” Semoga masih banyak lagi siswa yang tertarik terlibat pada pengawasan partisipatif,” katanya. (Osy)

Read previous post:
SHAVITRI NURMALA DEWI JADI KABAG HUMAS – Sri Purnomo Lantik 43 Pejabat Pemkab Sleman

SLEMAN (MERAPI) - Bupati Sleman, Sri Purnomo melantik 43 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Mereka terdiri dari administrator, pengawas

Close