Bantu UMKM Terdampak Pandemi, Pegadaian Beri Keringanan Bunga

WATES (HARIAN MERAPI) – Sebagai upaya meringankan beban pelaku UMKM terdampak pandemi Covid-19 di Kulonprogo, PT Pegadaian Persero Area DIY siap memberikan keringanan bunga bagi UMKM yang melakukan pembiayaan di Pegadaian. Diharapkan, kebijakan tersebut dapat membantu menggeliatkan aktivitas usaha yang dijalankan UMKM Kulonprogo, setelah digempur pandemi sejak tahun lalu.

Hal tersebut terungkap dalam audiensi PT Pegadaian Persero Area DIY dengan Bupati Kulonprogo Sutedjo dan jajarannya di Ruang Menoreh Kompleks Pemkab Kulonprogo, Jumat (7/5). Pimpinan PT Pegadaian Persero Area DIY, Muhammad Mushonif menyampaikan, audiensi tersebut merupakan upaya silaturahmi pihaknya sekaligus memperkenalkan pimpinan dan pegawai baru di Pegadaian Cabang Kulonprogo. Pimpinan Cabang Pegadaian Kulonprogo yang sebelumnya dijabat Eko Danarto kini berganti Ari Purwoko.

“Kami juga membawa pegawai millenial yang bekerja pada bidang marketing eksekutif. Mereka lah yang akan menindaklanjuti komunikasi di lapangan dengan Pemkab Kulonprogo,” katanya.

Mushonif menyebut, Pegadaian kini memiliki empat program yang bisa disinergikan dengan program Pemkab Kulonprogo. Keempatnya yakni Program Subsidi KUMK (Kredit Usaha Bunga Mikro Kecil) yang memberikan subsidi berupa keringanan bunga kepada pelaku UMKM yang melakukan pembiayaan di Pegadaian, Program Penyaluran Pembiayaan terhadap pelaku UMKM, Program Penyaluran BPUM dan Program Tabungan Emas.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulonprogo, Iffah Mufidati menyampaikan, BPUM di Kulonprogo tahun 2020 telah disetorkan sebesar 15.000 paket. Sedangkan tahun ini, pelaku UMKM akan mendapat bantuan Presiden melalui satu pintu dari Dinas Kooperasi dan UKM Kulonprogo. “Hal ini mengingat bantuan tahun sebelumnya diakses melalui banyak lembaga sehingga membuat pembagian bantuan tidak merata,” katanya.

Diakui Iffah, selama ini program Pemkab Kulonprogo terkait UMKM masih bersifat komunikasi, belum ada realisasi dan kerjasama langsung. Diharapkan, Pegadaian dapat membantu realisasinya.

“Yang diperlukan UMKM saat ini bukan hanya sekedar permodalan saja. Mereka juga membutuhkan skill atau kemampuan pemasaran dan penjualan dengan konsep digital marketing terutama dalam kondisi pandemi Covid-19. Dengan CSR-nya, Pegadaian diharap bisa memberikan bantuan pengoptimalan pemasaran offline dan online,” kata Iffah. (Unt)

Read previous post:
Polresta Banyumas Musnahkan 1.043 Botol Miras

PURWOKERTO (MERAPI) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas memusnahkan 1.043 botol minuman beralkohol dari berbagai merek yang disita oleh Satuan

Close