Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia Kulonprogo Bagi Takjil

MERAPI-AMIN KUNTARI
Anggota KKI cabang Kulonprogo membagi takjil kepada pengguna jalan di depan Makodim 0731/ Kulonprogo.

BERAGAM kegiatan dan aktivitas dilakukan sejumlah komponen masyarakat dalam mengisi ibadah bulan suci ramadan. Salah satu upaya mengisi bulan suci Ramadan tersebut adalah dengan kegiatan yang bermanfaat, Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia (KKI) cabang Kulonprogo menggelar bakti sosial bagi-bagi takjil kepada pengguna jalan di depan Makodim 0731/ Kulonprogo. Kegiatan ini sekaligus menjadi cara KKI cabang Kulonprogo untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat.

Dalam aksinya, para anggota KKI cabang Kulonprogo membagikan 350 paket takjil kepada para pengguna jalan yang melintas. Mereka mengenakan kain batik warna merah dengan kebaya putih yang merupakan pakaian nasional kebanggaan Indonesia.
“Paket takjil yang kami bagikan berupa makanan berat dan minuman segar,” kata ketua panitia acara bagi-bagi takjil KKI cabang Kulonprogo, Tri Nur Utami, Minggu (2/5).

Kegiatan tersebut, lanjutnya, digelar untuk menyongsong bulan baik yakni bulan suci Ramadan yang diisi dengan kegiatan positif, berbagi kepada masyarakat setempat terutama pengguna jalan yang melintas. Demi kelancaran acara, KKI menggandeng anggota Kodim 0731/ Kulonprogo.
“Kami sampaikan terimakasih atas bantuan dari Kodim sehingga acara ini bisa terselenggara dengan lancar,” ucap perempuan yang akrab disapa Tami ini.

Ia menguraikan, KKI sebelumnya telah bergerak di lingkup provinsi DIY. Pada 12 April kemarin, komunitas ini kemudian membentuk cabang di Kulonprogo dengan menunjuk istri bupati sebagai penasehat, istri kapolres sebagai pembina serta melibatkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Ketua DPRD Kulonprogo.
“Jadi ini acara perdana kami,” imbuh Tami.

Dalam kegiatannya, KKI cabang Kulonprogo berperan melestarikan budaya berkain dan berkebaya. Pelestarian budaya berkain dan berkebaya sangat penting karena kain dan kebaya merupakan pakaian nasional Bangsa Indonesia sehingga perlu diperkenalkan kepada generasi muda. Masyarakat harus bangga berkain dan berkebaya.

Dengan turunnya para anggota ke tengah-tengah masyarakat dalam acara bagi-bagi takjil, diharapkan KKI cabang Kulonprogo bisa dikenal dan lebih dekat dengan masyarakat. Saat ini, komunitas tersebut beranggotakan 50 orang yang berasal dari semua kalangan, namun didominasi pengusaha perempuan.
“Ke depan, kami siap merangkul kalangan yang lebih luas, salah satunya pelaku UMKM,” kata Tami.

Salah satu pengguna jalan penerima takjil dari KKI cabang Kulonprogo, Jati (25) merasa senang karena tidak menyangka akan memperoleh menu berbuka puasa saat lewat di depan Makodim 0731/ Kulonprogo. Ia pun mengapresiasi langkah KKI dalam membantu masyarakat memberikan menu berbuka puasa.
“Alhamdulillah dapat ini, jadi nggak perlu beli,” katanya. (Unt)

Read previous post:
Tanaman Hias Gelombang Cinta Percantik Masjid

ADANYA tanaman hias yang tertata rapi dapat mempercantik suasana kompleks masjid. Tak harus tanaman hias yang rajin berbunga, sebab tanaman

Close