Harga Daging Sapi Tembus Rp 130 Ribu Perkilogram

WATES (HARIAN MERAPI) – Sepekan Ramadan harga sejumlah komoditas di pasar tradisional mengalami kenaikan. Di antaranya daging ayam potong menjadi Rp 40 ribu perkilogram dan daging sapi Rp 130 ribu perkilogram. Pedagang bahkan menyebut, terjadi penurunan stok di pasaran sehingga mereka terpaksa mengambil dagangan dari luar daerah.

Salah satu pedagang ayam potong di Pasar Wates, Puji Lestari mengatakan, kenaikan harga daging ayam potong sudah terjadi sejak hari pertama puasa yakni pada Selasa (3/4). Jika sebelum Ramadan harga daging ayam Rp 36.000 perkilogram, sejak awal Ramadan naik jadi Rp 40.000 perkilogram.

“Dua hari sebelum puasa sudah naik jadi Rp 38.000 perkilogram, kemudian awal puasa naik lagi menjadi Rp 40.000 perkilogram sampai sekarang,” kata Puji, Selasa (20/4).

Puji menduga, kenaikan harga terjadi karena minimnya stok daging ayam potong di wilayah Kulonprogo. Stok komoditas ini mengalami penurunan yang cukup signifikan sehingga sejumlah pedagang di Pasar Wates harus mengambil stok dari luar daerah.

“Saat ini kami bergantung pada kiriman ayam potong dari wilayah Magelang, Purworejo dan Wonosobo,” imbuh Puji.

Jarak tempuh tempat kulakan yang cukup jauh membuat pedagang terpaksa menaikkan harga ayam potong. Kenaikan harga ini digunakan untuk menutup harga beli pedagang ke tengkulak.

Selain ayam potong, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas daging sapi. Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Wates, Sumilah mengatakan, saat ini harga daging sapi telah menyentuh harga Rp 130.000 perkilogram. Padahal sebelum puasa, harga daging sapi Rp 120.000 perkilogram.

“Kenaikan harga ini dipicu minimnya stok daging sapi di pasar Wates,” kata Sumilah.

Kenaikan harga daging sapi membuat sejumlah pedagang termasuk Sumilah terpaksa mengurangi stok daging sapi yang dijual setiap harinya. Jika biasanya ia menjual sebanyak 10 kilogram per hari, sekarang hanya bisa menjual di bawah 10 kilogram. (Unt)

Read previous post:
Keutamaan Tarawih di Rumah Saat Pandemi

RAMADAN tahun 2021 ini ternyata kita belum bisa beribadah normal seperti tahun-tahun sebelum pandemi. Artinya, kita masih harus beribadah di

Close