UGM Bantu Atasi Masalah Sampah di Kulonprogo

MERAPI-AMIN KUNTARI
Audiensi Pusat Inovasi Agroteknologi UGM dengan Pemkab Kulonprogo.

WATES (MERAPI) – Pusat Inovasi Agroteknologi UGM berencana membantu mengatasi permasalahan lingkungan di Kulonprogo, terutama terkait penumpukan sampah. Upaya mengatasi persoalan lingkungan itu akan dilakukan UGM dengan bantuan negara Jepang.

Sekretaris Tim Pusat Inovasi Agroteknologi UGM, Chandra Wahyu Purnomo menyampaikan, sebagai akademisi timnya selalu konsen terhadap masalah lingkungan, salah satunya sampah. Sebab, sampah adalah salah satu permasalahan lingkungan yang butuh penanganan serius.

“Kami akan mengajukan proposal internasional ke Jepang dengan mengangkat masalah sampah di Kulonprogo,” kata Chandra, Senin (22/3).

Permasalahan sampah di Kulonprogo, lanjutnya, ditemukan di sepanjang pesisir pantai, salah satunya di sekitar muara Sungai Progo. Di sana terdapat tumpukan sampah dan kondisinya dinilai memprihatinkan. Pihaknya kemudian berniat mengangkat topik persoalan sampah tersebut dalam pengajuan proposal ke Jepang. Dengan bantuan dan dukungan dari Pemkab Kulonprogo, pengajuan proposal diyakini dapat disetujui untuk mendapat bantuan teknologi dari Jepang sehingga dapat diaplikasikan di Kulonprogo.

“Teknologi yang kami maksud adalah sebuah mesin yang dapat mengambil sampah di sekitar pantai kemudian dicacah,” imbuhnya.

Menanggapi rencana itu, Bupati Kulonprogo, Sutedjo menyampaikan, pihaknya sepakat dengan konsep-konsep yang disampaikan Pusat Inovasi Agroteknologi UGM. Sutedjo juga menyatakan kesiapan untuk mendukung pengajuan proposal internasional tersebut. 
“Namun, masalah ini sebaiknya dikembangkan kembali misalnya sampah dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia sebagai bahan campuran,” ujarnya. (Unt)

Read previous post:
Taman Kendil di ‘Omah Obong’ untuk Ajang Berselfiria

TAK sedikit kompleks kuliner dilengkapi lokasi untuk spot foto atau ajang berselfieria. Kiat seperti ini termasuk bagian agar setiap konsumen

Close