Budidaya Jangkrik Ngetren Jadi Usaha Sampingan

MERAPI-AMIN KUNTARI
Budidaya jangkrik banyak dilakoni warga Kulonprogo.

KEBUTUHAN masyarakat akan binatang jangkrik kini meningkat seiring kegemaran memancing ikan yang seolah menjadi hobi sehari-hari. Serangga bersuara khas ini kerap dijadikan umpan, sehingga budidayanya pun banyak dilakoni masyarakat demi mendapat penghasilan tambahan.

Di Kulonprogo, jangkrik banyak dibudidayakan masyarakat meski keberadaannya bisa ditemui di alam bebas. Keuntungan yang diperoleh terbilang menjanjikan, terutama bila pelaku budidaya telaten merawat jangkrik dalam jumlah banyak.

Salah satu pelaku budidaya jangkrik adalah Yuli Pamungkas (35). Ia menyulap sudut rumahnya di Padukuhan Cekelan, Kelurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih menjadi tempat ternak jangkrik. Dari satu kotak saja, ia bisa memperoleh penghasilan Rp 200.000 per bulan.
“Sekarang cuma punya dua kotak, jadi dapat keuntungan sekitar Rp 400.000 per bulan,” kata Yuli, Senin (8/2).

Yuli sudah menekuni usaha budidaya jangkrik sejak tujuh bulan terakhir. Budidaya itu dijalaninya sebagai sumber penghasilan tambahan di saat usaha pembuatan batako sepi pesanan. Meski tidak mengantongi keahlian, namun Yuli mau belajar. Ia menggali informasi dari berbagai sumber dan mengeluarkan modal awal sekitar Rp 2.250.000 untuk membeli empat kotak kandang ukuran panjang 2,4 meter, pakan ayam broiler jenis BR, daun pisang kering sebagai rumah-rumahan dan satu kilogram telur jangkrik.

“Saya pakai setengah ruang produksi batako untuk tempat ternak jangkrik. Alhamdulilah sudah bisa panen setiap 30 hari. Sekarang sudah mau panen yang keempat,” ungkapnya.

Aktivitas serupa juga dilakoni Jumadiyo (25), warga Padukuhan Kopat, Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih. Ia memulai usaha budidaya jangkrik tiga bulan lalu dengan modal Rp 800.000.

Menurut Jumadiyo, upaya pembesaran jangkrik tidak rumit. Telur jangkrik ditetaskan menjadi jangkrik anakan, kemudian dibesarkan hingga siap dipanen. Setelah itu, pengepul datang untuk memanen.
“Saya sudah dua kali panen,” ucapnya.

Jumadiyo menilai, tidak ada pekerjaan berat yang harus dilakukan dalam budidaya jangkrik. Pelaku budidaya hanya perlu menyemprotkan air ke tubuh jangkrik tiga kali sehari. Agar pembesaran maksimal, Jumadito mencari pakan tambahan yang disukai jangkrik, seperti daun singkong, daun widuri hingga pepaya.

“Kotak yang jadi kandangnya juga harus selalu bersih untuk penetasan dan pembesaran selanjutnya. Tantangan lainnya adalah predator telur dan jangkrik yakni semut, cicak dan tikus,” pungkasnya. (Unt)

Read previous post:
Bekatul Padi dan Jagung Lancarkan Air Susu Sapi

SUKSESNYA usaha budidaya sapi dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya, soal perawatan anak sapi atau pedet dengan sebaik mungkin, sehingga bisa

Close