Pelaku Wisata Ikuti Table Manner

MERAPI-AMIN KUNTARI
Pelaksanaan table manner di RM Pandansari Kulonprogo.

PARA pelaku wisata di Kulonprogo terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap wisatawan. Hal ini penting dilakukan mengingat Kulonprogo telah menjadi pintu gerbang wisatawan, menyusul operasional bandara internasional di wilayah ini.

Salah satu upaya peningkatan kualitas pelayanan wisatawan dilakukan melalui pelatihan Table Manner oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kulonprogo. Pelatihan ini menjabarkan tentang sikap dan tata cara jamuan saat makan, terutama dalam melayani wisatawan.

“Kami menyelenggarakan pelatihan untuk memberikan sertifikasi kepada peserta yang ingin ujian profesi dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan,” kata Ketua PHRI Kulonprogo, Sumantoyo, Jumat (5/3).

Table Manner yang digelar di Rumah Makan Pandansari, Temon itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus menjadi cara untuk membekali peserta agar siap menghadapi wisatawan mancanegara. Setelah mengikuti pelatihan, peserta akan mendapati sertifikasi atau standar profesi.

Sumantoyo menegaskan, penyelenggaraan pelatihan menggunakan anggaran PHRI. Pada 2021 ini, pihaknya harus melaksanakan 14 program kerja, namun baru terlaksana 2 program kerja, salah satunya pelatihan Table Manner. Acara tersebut diikuti oleh 30 peserta.

“Masyarakat yang sudah mendaftar namun belum mengikuti pelatihan akan kami masukkan dalam program selanjutnya. Kami berharap, penyelenggaraan Table Manner dapat meningkatkan kompetensi atau standar profesi pelaku pariwisata Kulonprogo, khususnya hotel dan restoran,” terang Sumantoyo.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana berharap, program pelatihan yang digelar dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat Kulonprogo. Terlebih, pelatihan ini dapat mendukung peningkatan kualitas SDM pengelola hotel dan restoran di wilayahnya.

“Dengan semakin berkembangnya pariwisata karena ada bandara, kemungkinan dalam dua sampai lima tahun ke depan Kulonprogo akan ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Karena itulah, kita harus mempersiapkan SDM agar mampu melayani mereka, salah satunya dengan program Table Manner berstandar Eropa ini,” kata Fajar.

Fajar kemudian mengimbau kepada PHRI Kulonprogo untuk menekankan dan memperhatikan kearifan lokal. Secara teknis mengacu ke budaya barat, tapi secara implementasi juga harus menyisakan kebudayaan lokal. Salah satunya diaplikasikan pada penyajian makanan lokal.

“Kemudian di properti hotel bisa ditambahkan batik dan identitas budaya lokal kita. Kita angkat visi misi wisata yang berbasis budaya meski belum didukung ketersediaan anggaran yang banyak,” katanya. (Unt)

Read previous post:
Desa Temulus Berdayakan Masyarakat Melalui Wisata Air

KUDUS (MERAPI) - Pemerintah Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai merintis wisata air dengan memanfaatkan potensi alam

Close