Harga Daging Sapi di Kulonprogo Cenderung Stabil

WATES (HARIAN MERAPI) – Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menjamin harga daging sapi di tingkat pedagang pasar rakyat di wilayah ini tidak terpengaruh pada lonjakan harga di Jakarta, karena ketersediaan dan permintaan seimbang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kulonprogo Iffah Mufidati mengatakan, berdasarkan hasil survei harga kebutuhan pokok di lima pasar rakyat, yakni Pasar Wates, Pasar Bendungan, Pasar Galur, Pasar Sentolo, dan Pasar Temon setiap Senin dan Kamis, harga daging sapi stabil.

“Harga daging sapi di pasar-pasar rakyat yang ada di Kulonprogo cenderung stabil. Harga berkisar Rp 115 ribu sampai Rp 129 ribu per kilogram denga tingkatan kualitas daging,” kata Iffah belum lama ini.

Ia mengatakan sejauh ini, stok daging cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat. Ketersediaan sapi yang siap potong khususnya di Kulonprogo, dan wilayah lain dari Bantul, dan Gunung Kidul sangat banyak. Sehingga, harga daging sapi dalam beberapa tahun terakhir dalam kondisi stabil.

“Tidak ada kenaikan dan kelangkaan. Stok juga aman,” katanya.

Iffah mengatakan harga kebutuhan pokok di Kulonprogo juga cenderung stabil, meski harga cabai cukup tinggi. Saat ini, harga beras berkisar Rp 9 ribu per kilogram untuk kualitas medium, gula pasir Rp 13 ribu per kilogram, daging ayam Rp 32 ribu, cabai keriting rata-rata Rp 50 ribu per kilogram, cabai rawit merah Rp 70 ribu, bawang merah Rp 28 ribu, bawang putih Rp 28 ribu, dan telur ayam Rp 21 ribu.

“Harga cenderung stabil. Namun yang paling dikeluhkan adalah harga kedelai impor yang masih tinggi, yakni Rp9.200 per kilogram dan Rp11 ribu per kilogram untuk kedelai lokal,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Kulonprogo Hamam Cahyadi meminta Disperindag selalu memantu perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar rakyat. Jangan sampai masyarakat tertebani kenaikan harga pokok di masa pandemi Covid-19 ini.

“Harga kebutuhan pokok, seperti beras, gula, bawang merah dan bawang putih, serta kedelai harus tersedia di pasar. Jangan sampai kondisi saat ini memperpuruk ekonomi masyarakat,” harapnya. (*)

Read previous post:
DIY Kembali Terima 44.400 Dosis Vaksin Covid-19

Close