Bisa Diolah, Minyak Jelantah Bukan Limbah

JELANTAH atau minyak goreng bekas pakai, selama ini sering dibuang karena dianggap hanya sebagai limbah. Padahal, minyak bekas itu punya nilai ekonomi sehingga jika dikumpulkan dapat menambah penghasilan.

Pengolahan minyak jelantah salah satunya dilakukan PT Titis Aji Arsanta. Belakangan ini, perusahan tersebut menyasar Kulonprogo sebagai sumber jelantah yang akan diolah.

“Perusahaan kami bergerak dalam pengumpulan, pengolahan dan redistribusi minyak jelantah. Selama ini, jangkauan kami telah melingkupi DIY dan Jawa Tengah,” kata Aji, Pimpinan PT Titis Aji Arsanta, Kamis (21/1).

Ia menambahkan, perusahaannya memiliki ketertarikan untuk mengelola minyak jelantah di Kulonprogo. Sebab, minyak goreng bekas pakai ini bernilai ekonomi sehingga diyakini dapat memberi manfaat dalam bidang sosial dan ekonomi masyarakat.

“Masyarakat perlu disosialisasi bahwa minyak jelantah masih bisa digunakan dan diolah kembali,” imbuh Aji.

Ia menyebut, setiap liter minyak jelantah dihargai Rp 4.000. Padahal biasanya, setiap rumah tangga bisa menghasilkan 330 ml sampai 400 ml setiap dua pekan. Karenanya, Aji meminta agar masyarakat mengumpulkan minyak jelantah untuk diolah perusahaannya.

“Nantinya minyak jelantah yang terkumpul akan diolah dan diproses sebagai bahan baku BioDiesel dan produksi komersial lain yang diregulasi pemerintah. Tentu pengelolaannya dengan standar prosedur dan pelayanan yang berkualitas, berintegritas dan bertanggungjawab,” jelasnya.

Selain itu, Aji mengklaim pengelolaan ini juga berkontribusi dalam pelestarian lingkungan. Caranya dengan memberikan edukasi kepada para mitra dan juga pelanggan tentang pentingnya menjaga dan mengurangi pencemaran lingkungan. Aji bahkan menegaskan, pengelolaan jelantah di perusahaannya akan bekerja sama dengan masyarakat atau kelompok masyarakat secara langsung.

“Untuk teknisnya akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan dan regulasi yang ada di daerah masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kulonprogo, Sutedjo menyambut baik tawaran kerjasama pengolahan minyak jelantah darri PT Titis Aji Arsanta. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang minyak jelantah yang ternyata masih memiliki nilai ekonomis walau sudah jadi limbah.

“Pemkab selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan perekonomian masayarakat. Namun juga perlu dipikirkan regulasi yang tepat agar dapat terwujud dengan baik, serta diperlukan kajian yang mendalam dari perangkat daerah terkait,” jelasnya. (Unt)

Read previous post:
Ngisruh Bawa Clurit, Cah Klitih Ditangkap Warga

Close