RSUD Wates Buka Layanan Bedah Syaraf

WATES (HARIAN MERAPI) – RSUD Wates kini membuka layanan bedah syaraf. Operasi pertama bedah syaraf di rumah sakit ini telah berhasil dilakukan dengan pasien korban kecelakaan yang mengalami pendarahan otak.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo menyampaikan, pasien pertama yang dilayani bedah syaraf di RSUD Wates merupakan warga Bantul, Isna Ilham Nur Rizki (20). Lantaran mengalami pendarahan di kepala akibat kecelakaan, pasien tersebut menjalani operasi pengangkatan batok kepala atau tulang tengkorak di RSUP Dr Sardjito agar tidak terjadi penekanan. Kemudian setelah membaik, dilakukan operasi pemasangan kembali tulang tengkorak di RSUD Wates.

“Operasi bedah syaraf pertama di RSUD Wates berhasil dengan baik. Pasien saat ini sudah sadar,” kata Sutedjo dalam acara peresmian gedung baru RSUD Wates, Kamis (3/12).

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan alat bedah syaraf secara simbolis dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X yang diwakili Sutedjo kepada dokter penanggungjawab bedah syaraf RSUD Wates. Sutedjo menegaskan, kemampuan bedah syaraf menjadi bukti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi RSUD Wates. Diharapkan setelahnya, rumah sakit tersebut bisa berkembang dengan standar pelayanan internasional.

Sutedjo kemudian menyampaikan terimakasih atas dukungan dan bantuan pembangunan gedung baru RSUD Wates. Pembangunan gedung yang dimulai sejak 2015 itu dilakukan di atas tanah hibah dari Gubernur DIY seluas 4,4 hektare. Total biaya pembangunan gedung baru RSUD Wates mencapai Rp 304,9 milyar, berasal dari BLUD RSUD Wates Rp 41,9 milyar atau 14 persen, APBD Kulonprogo Rp 75,7 miliar atau 25 persen dan APBD DIY Rp 187,3 miliar atau 61 persen. Tahun ini, juga dilakukan pengadaan alat kedokteran di RSUD Wates dengan anggaran Rp 20 miliar.

“Gedung baru sudah beroperasi secara bertahap sejak Maret. Memang belum seluruh gedung dioperasikan karena ada kendala kurangnya alat kesehatan, sarana prasarana dan SDM. Harapan kami, ke depan bisa teratasi dengan usulan dana ke Kemenkes dan DIY. RSUD Wates juga menjalin kerja sama dengan RSUP Dr Sardjito untuk mengatasi kekurangan itu,” kata Sutedjo.

Ia kemudian mewanti-wanti agar kepindahan tersebut menjadi momen perubahan visi RSUD Wates menuju rumah sakit modern berstandar internasional. Seluruh civitas hospitalia harus mendukung dengan bertindak profesional dan penuh etika demi peningkatan mutu layanan kesehatan kepada masyarakat.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X secara virtual mengatakan, RSUD Wates akan menjadi ruang praktik profesi dokter mahasiswa kedokteran. Penyerahan alat bedah syaraf menjadi pelengkap layanan medis untuk penderita stroke, pecahnya pembuluh darah otak, kanker dan tumor otak, tengkorak juga tulang belakang. Dengan alat tersebut didukung peralatan mutakhir dan tim medis profesional yang berpengalaman, diyakini pasien akan memperoleh layanan prima.

“Pasien harus ditempatkan sebagai subyek layanan sehingga pelayanan harus dilakukan secara total, utuh, hormat, adil dan iklas termasuk kepada pasien BPJS,” tegas Sultan.

Sementara itu, orangtua pasien bedah syaraf pertama di RSUD Wates, Silvi Wahyu menyampaikan, putranya mengalami kecelakaan pada 24 Oktober kemudian menjalani operasi di RSUP Dr Sardjito pada 26 Oktober. Di RSUD Wates, pasien kembali menjalani operasi untuk pemasangan tengkorak kepalanya. “Operasinya berhasil, sekarang anak saya sudah sadar,” katanya. (Unt)

Read previous post:
Cuti Bersama Dikurangi, Reservasi Kamar Hotel Tetap Tinggi

Close