Digempur Pandemi, Produsen Kecap di Kulonprogo Berinovasi

Kunjungan Bupati Kulonprogo bersama Baznas di rumah produksi Kecap Bu Sastro.(MERAPI-AMIN KUNTARI)

PRODUSEN kecap di Kulonprogo mengalami masa sulit sejak awal pandemi Covid-19 hingga saat ini. Penurunan jumlah penjualan produk berimbas pada penurunan pendapatan yang cukup signifikan. Berbagai inovasi kemudian dilakukan agar usahanya tetap bertahan.

Pemilik usaha pembuatan Kecap Bu Sastro di Wates Kulonprogo, Agus Widiyatmoko mengatakan, pandemi Covid-19 yang melanda tanah air sejak Maret lalu membuat usahanya mengalami penurunan produksi. Jika dalam kondisi normal produksi kecap miliknya bisa mencapai sekitar 50 botol kemasan 650 ml dalam dua hari, semenjak pandemi menurun jadi tiga hari.
“Pandemi memang menjadi masa-masa sulit bagi kami,” kata Agus saat disambangi wartawan di rumah produksinya, Rabu (2/12).

Diakui Agus, penurunan penjualan kecap mempengaruhi pendapatan usahanya. Kendati demikian, dirinya tak ingin menyerah dengan keadaan. Berbagai inovasi pun dilakukan agar penjualan kembali lancar. Salah satunya dengan membuat kemasan refill.

Agus berpendapat, bisa saja konsumen enggan membeli kecap kemasan botol lantaran pertimbangan harga. Kemasan isi ulang dinilainya bisa menjadi solusi. Dengan harga lebih murah, kemasan refill diyakini mampu memikat konsumen sehingga tertarik untuk membeli.
“Rencana peluncuran kemasan refill menjadi lebih mantap manakala kami mendapat bantuan dari Baznas Kulonprogo,” imbuh Agus.

Ia kemudian bercerita, produksi Kecap Bu Sastro ini diawali keinginannya untuk mandiri memulai usaha. Produk kecap dipilih lantaran masyarakat membutuhkannya sebagai pelengkap berbagai olahan makanan. Kecap kerap digunakan agar masakan menjadi lebih sedap.
Dalam sekali produksi, Agus biasanya menghabiskan sekitar 40 kg gula jawa, 2 kg lengkuas, 2 kg kedelai, 1 kg serai dan bumbu penyedap lainnya. Kecap Bu Sastro kemudian dipasarkan dengan harga Rp 23.000 kemasan 650 ml.
“Sedangkan yang ukuran 350 ml harganya Rp 16.000,” ungkapnya.

Selama ini, Agus mengaku tidak menemui kendala yang berarti. Kecap produksinya banyak dipesan para pedagang sate di Kulonprogo karena citarasanya manis dan lezat.
Kelezatan Kecap Bu Sastro diakui salah satu konsumen, Sri Isti Yulifah. Pegawai Pemkab Kulonprogo ini mengaku sudah berlangganan membeli kecap produksi Agus tersebut.
“Rasanya beda dengan kecap merek lain, ada citarasa yang khas di lidah,” katanya.

Isti yang merupakan penggemar sate biasanya membeli Kecap Bu Sastro sebagai pelengkap makanan favoritnya. Ia berpendapat, sate yang dilumuri kecap tersebut akan terasa jauh lebih enak. (Unt)

Read previous post:
PLATFORM LARK TERINTEGRASI BANYAK FITUR: Mudahkan Bekerja di Era Pandemi

MENGHADAPI tantangan perubahan pola komunikasi di tengah pandemi Covid-19 yang membatasi interaksi fisik secara langsung, Lark sebagai platform kolaborasi digital

Close