Perajin Sangkar Burung Kulonprogo Banjir Pesanan

MERAPI-AMIN KUNTARI
Produksi sangkar burung oleh Dalidjo.

TAK banyak pelaku usaha yang bisa bertahan dengan gempuran pandemi Covid-19. Sebagian besar mengalami penurunan pendapatan, sebagian lain bahkan terpaksa gulung tikar. Namun hal itu tidak dialami perajin sangkar burung di Kulonprogo. Selama pandemi, perajin sangkar burung tetap menerima pesanan, bahkan lebih banyak dari kondisi normal.

Salah satu perajin sangkar burung yang beruntung mengalami peningkatan pesanan selama pandemi adalah Ari Andrianto (30). Warga Padukuhan Kalipetir Lor, Kalurahan Margosari, Kapanewon Pengasih yang biasa dipanggil Ki Dalidjo Sangkar ini menerima pesanan sekitar 20 hingga 25 sangkar burung setiap bulan.
“Padahal sebelum pandemi cuma terima pesanan sekitar 10 sampai 15 sangkar burung,” kata Dalidjo saat berbincang dengan wartawan di rumah produksinya, belum lama ini.

Dalidjo tidak tahu pasti, apa yang membuat pesanan sangkar burung miliknya meningkat selama pandemi. Ia hanya berusaha fokus memenuhi pesanan agar tidak mengecewakan pelanggan. Dalidjo pun bersyukur karena tingkat penjualan sangkar burung cukup stabil di pasaran.
“Mayoritas pesanan datang dari kicau mania atau penggemar burung,” katanya.

Dalidjo menjelaskan, sangkar burung yang dijualnya beragam jenis, tergantung pada permintaan pelanggan. Misalnya saja sangkar mentahan yakni belum dipelitur dan diwarna dengan harga Rp 45.000 hingga Rp 200.000. Harga itu dibanderol dengan menyesuaikan ukuran dan kerumitan pembuatan. Selain itu, pembeli juga bisa memesan sangkar jadi yang sudah dipoles dan diwarnai dengan harga lebih mahal yakni Rp 200.000 hingga Rp 350.000.
“Memang yang bikin mahal adalah proses pewarnaannya,” ungkap Dalidjo.

Selain pewarnaan, bahan baku yang digunakan juga turut mempengaruhi harga sangkar burung. Misalnya saja, pemesan ingin memakai kayu sonokeling. Kayu ini bertekstur keras sehingga proses pembuatannya butuh waktu lebih lama.
“Kalau mau lebih murah ya pakai kayu jati yang lebih lunak. Kayu ini juga tahan lama,” ucapnya.

Selama ini, pesanan sangkar burung Dalidjo berasal dari luar Kulonprogo yakni Yogya, Bantul, Sleman dan sebagian Jawa Tengah. Mayoritas pemesan adalah pecinta burung luar yang biasanya lebih mengutamakan kualitas sangkar meski harganya mahal.
Tidak heran bila produksi sangkar burung Dalidjo tersohor hingga luar Kulonprogo. Sebab dalam pembuatan sangkar, Dalidjo memang lebih mengutamakan kualitas. Karenanya, ia merasa mantap jika mengerjakan proses produksi sendiri tanpa bantuan karyawan. Sebab menurut Dalidjo, beda tangan akan menghasilkan kualitas yang berbeda pula.
“Selain produksi, saya juga melayani servis sangkar burung,” pungkasnya. (Unt)

Read previous post:
Bisnis Catering Terapkan Prokes Covid-19

SLEMAN (MERAPI) - Pandemi Covid-19 juga berpengaruh pada bisnis catering. Pasalnya hampir seluruh kegiatan yang mengumpulkan massa dan membutuhkan jasa

Close