Puluhan Anak di Kulonprogo Jadi Korban Kekerasan Seksual

WATES (HARIAN MERAPI) – Puluhan kasus kekerasan terhadap anak hingga kini masih terjadi di Kulonprogo. Ironisnya, sebagian besar merupakan kasus kekerasan seksual seperti perkosaan, pelecehan dan pencabulan.

Data dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo menyebutkan, laporan yang masuk pada Januari hingga Oktober tahun ini sebanyak 72 kasus kekerasan yang menimpa anak-anak. Dari jumlah itu, 45 di antaranya merupakan jenis kasus kekerasan seksual.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinsos P3A Kulonprogo, Woro Kandini mengatakan, sebanyak 45 kasus kekerasan seksual itu meliputi satu kasus perkosaan, satu kasus pelecehan seksual dan 43 kasus pencabulan. Lokasi yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus kekerasan seksual itu berbeda-beda, mulai dari rumah korban, rumah pelaku, tempat umum hingga hotel dan tempat wisata.

“Ini baru yang dilaporkan ke kami saja. Dimungkinkan jumlah riil di lapangan jauh lebih besar,” katanya, Kamis (12/11).

Woro menduga, banyaknya kasus yang tidak dilaporkan lantaran korban kekerasan seksual maupun pihak keluarga merasa malu. Korban kekerasan seksual biasanya mengalami tekanan mental sehingga enggan atau tidak mampu melaporkan kasus yang dialaminya. “Kami tetap menyarankan agar kasus-kasus kekerasan terutama jenis kekerasan seksual dilaporkan kepada pihak terkait,” tegas Woro.

Saat ini, lanjut Woro, Dinsos P3A Kulonprogo telah memiliki Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang betugas untuk menangani kasus-kasus serupa. Di dalamnya ada petugas dan konselor psikologi yang membantu proses penyembuhan fisik maupun psikis korban kekerasan.

“Sebagai upaya menekan jumlah kasus, kami menggencarkan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual anak dan perempuan kepada masyarakat dengan melibatkan Forum Perlindungan Korban Kekerasan (FPKK). Forum ini sudah terbentuk mulai dari di tingkat kabupaten sampai kalurahan,” urainya. (Unt)

 

Read previous post:
Yogya Tetap Waspadai Potensi Banjir Lahar Dingin

Close