Pengunjung Pantai Glagah Terpaksa Putar Balik

TEMON (HARIAN MERAPI) – Objek Wisata Pantai Glagah di Kapanewon Temon, Kulonprogo, ditutup warga setempat, mulai Selasa (21/4). Seluruh akses menuju kawasan pantai telah diblokade menggunakan palang kayu.

Penutupan Pantai Glagah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona. Salah satu warga Glagah, Triyo Reno Andika (27) mengatakan, langkah tersebut didasari keputusan bersama warga Glagah.

“Kami tidak ingin virus corona menyebar di daerah sini,” ujar Triyo saat berjaga di posko mandiri Pantai Glagah, Kamis (23/4).

Ia menjabarkan, penutupan dilakukan warga dengan cara memblokade jalan. Selain itu, warga setempat juga melakukan penjagaan di setiap pintu masuk pantai. Pengunjung yang hendak masuk ke kawasan itu akan diminta putar balik.

“Hanya warga sekitar dan yang punya kepentingan mendesak saja yang boleh masuk,” ucapnya.

Pascapenutupan, menurut Reno, masih saja ada masyarakat yang ingin masuk ke kawasan pantai. Jumlahnya berkisar 60 sampai 100 orang per hari. Mereka datang menggunakan sepeda, motor atau mobil.

“Karena sudah ditutup, kami larang masuk,” tegasnya.

Langkah warga menutup Pantai Glagah membuat pengunjung kecele Seperti yang dialami Yatin Suyatman (40). Warga Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah ini sudah sampai di pintu masuk pantai untuk bertemu dengan teman yang tinggal di dekat pantai tersebut sembari refreshing.

“Karena sudah ditutup, ya sudah pulang saja. Saya baru tahu sekarang kalau ada penutupan,” ucapnya.

Meski demikian, Yatin tidak mempersoalkan kebijakan warga ini. Dirinya bahkan menyatakan setuju, karena kebijakan tersebut diambil demi keselamatan banyak orang.

“Biar nggak ada penyebaran virus,” ujarnya. (Unt)

Read previous post:
ARTJOG (harianmerapi/dokumentasi Artjog)
Canangkan Edisi Tanggap Darurat, ARTJOG Ditunda Sampai 2021

Close