Duta Hebat Kulonprogo Kampanyekan KTR

MESKI sudah diterapkan sejak lima tahun terakhir, namun implementasi Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kulonprogo masih belum maksimal. Karenanya, ditunjuk sejumlah tokoh dari kalangan remaja, umum dan PNS menjadi Duta Hidup Sehat Tanpa Tembakau (Hebat) untuk membantu mengkampanyekan KTR di Kulonprogo.

Pemilihan Duta Hebat digelar di Ruang Sermo, Kompleks Pemkab Kulonprogo, Kamis (21/11). Dalam kompetisi ini, ada 15 peserta dari tiga kategori yang berkesempatan adu argumentasi serta gagasan terkait penerapan KTR. Mereka adalah orang-orang terpilih yang sudah lolos seleksi dari jumlah total 45 pendaftar. Nantinya, di masing-masing kategori itu akan dipilih dua orang peserta sebagai duta.

“KTR merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa, baik individu, masyarakat, lembaga, pemerintah dan non pemerintah dalam melindungi hak-hak generasi penerus akan kesehatan diri sendiri dan lingkungan yang sehat,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesra Kulonprogo sekaligus Ketua Panitia Pemilihan Duta Hebat, Jumanto.

Dijelaskannya, Perda Kulonprogo Nomor 5 Tahun 2014 tentang KTR bertujuan untuk menjamin udara yang bersih dan sehat bagi masyarakat. KTR mencakup fasilitas layanan kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lain yang di tetapkan. Pengawasannya, membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

“Keberadaan Duta Hebat akan membantu mengkampanyekan KTR. Mereka bertugas melakukan sosialisasi dan advokasi terkait dampak buruk rokok, ” kata Jumanto.

Karena itulah, Duta Hebat dituntut untuk memahami dan peduli tentang bahaya rokok bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar, kreatif dan inovatif dalam menyusun strategi penerapan KTR serta Aktif mengkampanyekan KTR kepada kaum muda.

Di awal penjaringan, ada 45 orang yang mendaftar sebagai Duta Hebat. Mereka kemudian diminta mengirimkan opini tentang KTR dalam bentuk video/ vlog, gambar dan narasi. Setelah dilakukan penilaian, dipilih 15 peserta pada tiga kategori.

Pada kategori remaja, terpilih Nabila Nur Aldi dari SMA N 1 Wates, Afwan Dain Naufan dari SMA N 2 Wates, Annas Wicaksono dari SMA IT Abu Bakar, Diani NH dari SMK N 1 Nanggulan serta Herlin Wahyuni dari SMA N 1 Girimulyo. Kemudian kategori umum, terpilih Agri Aryoko dari Desa Jogahan Lendah, Ngudi Prasetyo dari Desa Mirisewu Lendah, Ana Susianti dari Desa Bendo Lendah, Rizki Liasari dari Desa Gembongan Sentolo dan Deny Astiwi dari Desa Ringin Ardi Pengasih.

Sementara kategori PNS, ada Ade Wahyudianto dari Dinas Perdagangan, Siti Widiastuti dari Puskesmas Girimulyo II, Amir Udin dari SD N Sendang, Risky Fadhilah dari RSUD Nyi Ageng Serang juga Kurniawan Eka Nugraha dari Bagian Hukum Setda. Dalam seleksi akhir, masing-masing peserta diminta menampilkan kreativitas melalui audisi yang dinilai lima orang juri independen dari UMY, LSM JSST (Jogja Sehat Tanpa Tembakau), the Union, Forum Karang Taruna Kulonprogo dan Lembaga Kepribadian.

“Selanjutnya akan dipilih dua orang dari masing-masing kategori untuk melaksanakan tugas selama satu tahun ke depan sebagai Kulonprogo Tobacco Control Campion. Mereka juga akan mendapat hadiah uang pembinaan, sertifikat, trophy, souvenir dan dana operasional selama satu tahun,” urainya.

Dalam seleksi akhir, masing-masing juri bertanya kepada peserta tentang tindakan yang dilakukan jika program-program mereka mendapat penolakan. Selain itu, para peserta juga dimintai pendapatnya tentang dampak lain dari KTR seperti kemungkinan kerugian petani tembakau serta berkurangnya pendapatan pedagang rokok.

Menanggapi hal itu, salah satu peserta, Siti Widiastuti siap mencoba cara lain jika cara yang ditempuhnya mendapat penolakan. Selain itu, ia juga tidak sepakat dengan kemungkinan kerugian petani dan pelaku usaha karena tanaman tembakau masih bisa dimanfaatkan untuk hal lain.

“Sementara pelaku usaha, tidak hanya bisa mengandalkan penjualan rokok saja, melainkan juga produk lain,” ujarnya. (Unt)

Read previous post:
Pemkot Yogya Apresiasi 30 Wajib Pajak

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Sebanyak 30 wajib pajak dari berbagai sektor di Kota Yogyakarta mendapatkan penghargaan dari pemerintah setempat. Penghargaan

Close