Kue Batik Motif Geblek Renteng Pakai Bahan Pangan Lokal

KREATIVITAS wirausaha Kulonprogo dalam menciptakan aneka produk makanan seolah tidak ada habisnya. Baru-baru ini, ibu-ibu di Dusun Sumberejo, Jatirejo, Lendah, berhasil membuat kue unik bermotif batik yang cocok dijadikan oleh-oleh khas Kulonprogo. Motifnya adalah geblek renteng sesuai motif batik Kulonprogo.

Produksi kue batik dengan nama Sari Telur ini digawangi Atik Nurul Wakhidah, dibantu belasan ibu-ibu anggota PKK Lendah. Produk unik tersebut kemudian dipamerkan dalam acara lomba cipta menu dan festival pangan lokal yang digelar di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, belum lama ini.

Perwakilan PKK Lendah, Ida Ermawati (47) menjelaskan, kue batik Sari Telur dibuat dengan mengangkat bahan lokal yakni singkong. Setelah dibuat menjadi tepung tapioka, kemudian dicampur dengan bahan lain yakni gula pasir, telur, mentega dan santan.

“Kami sengaja berinovasi dengan mengangkat bahan lokal yakni singkong yang dipadukan dengan kekayaan daerah berupa motif batik seperti kawung, truntum dan geblek renteng,” kata Ida.

Ia menjelaskan, pembuatan kue batik ini harus melalui dua kali proses pemanggangan. Awalnya, dibuat adonan menggunakan mixer. Setelah itu, dibentuk kue kemudian dipanggang dalam oven hingga setengah matang.

Kue-kue kering yang sudah setengah matang ini kemudian diangkat dan diberi motif batik di permukaannya. Anggota kelompok membuat motif batik menggunakan krim aneka rasa, salah satunya strawberry.”Lalu dioven lagi sampai matang,” ucapnya.

Ida mengakui, cita rasa singkong dalam kue batik tidak bisa dihilangkan. Meski demikian, camilan ini memiliki rasa yang lezat, manis dan renyah seperti kue kering pada umumnya.

“Kami produksi 30 box per hari. Ada dua ukuran kue yang kami buat, yakni ukuran besar dengan harga Rp 20.000 per box isi 10 biji, serta ukuran kecil Rp 10.000 per box isi 12 biji,” jelas Ida.

Produk ini kemudian dipasarkan melalui toko-toko dan swalayan di wilayah Kulonprogo hingga DIY. Kue Batik Sari Telur bahkan sudah berhasil masuk ke Yogyakarta International Airport (YIA) dan dipasarkan di sana.

Ida mengklaim, respons masyarakat terhadap Kue Batik Sari Telur sangat baik. Mayoritas mengatakan kue ini lezat dan unik. Selain untuk camilan, kue batik juga cocok dijadikan oleh-oleh khas Kulonprogo.

“Tidak ada kendala yang dihadapi dalam pembuatan kue batik ini. Paling hanya keterbatasan bahan baku pada musim tertentu. Biasanya kalau tidak ada singkong, kami ganti dengan pisang atau waluh,” pungkas Ida. (Unt)

Read previous post:
Wahai Mancing Mania, Mina Warta Bakal Dilengkapi Kuliner

PEMILIK hobi mancing atau pemancing datang dari berbagai kalangan. Guna menyalurkan hobi memancingnya, tak jarang mencari kolam-kolam pemancingan sampai ke

Close